coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Senin, 29 Juni 2009

Prabowo "Curhat" Telah Ditekan kepada Gus Solah

* PRESIDENTIAL *
-JOMBANG - Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto mencurahkan "uneg-unegnya" kepada pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng KH Solahuddin Wahid yang akrab disapa Gus Solah mengenai situasi perpolitikan nasional menjelang Pilpres 8 Juli 2009 dan tekanan politik yang akhir-akhir ini makin berat dia rasakan.



"Ya, kami (Megawati-Prabowo) berharap Pemilu berjalan fair. Siapa yang menang, kita kasih selamat, tetapi kalau menang secara curang, ya kita sakit hati," katanya kepada Gus Solah di Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis.



Prabowo mengaku kubunya mulai mendapat banyak tekanan dengan menggunakan instrumen hukum dan operasi intelijen.



"Tekanan politik dengan menggunakan instrumen hukum yang tebang pilih dan penggunaan data intelijen sudah mulai marak diterapkan sejak pemilu legislatif," ujarnya.



Bukti-buktinya pun, kata Prabowo, sangat meyakinkan. Banyak kepala daerah, bupati yang ditelepon, menghadapi tekanan untuk tidak mendukung pasangan Mega-Prabowo.



Tekanan juga dialami adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo yang tiba-tiba diperiksa Mabes Polri terkait persoalan tahun 1991.



Bahkan masalah kewarganegaraan Prabowo pun ikut dimainkan, tutur Prabowo yang disimak oleh Gus Solah.



Tak hanya itu, ada sebuah daerah di mana 2,5 juta penduduknya memiliki nomor induk yang sama, tambah mantan Panglima Kostrad itu.



"Hal-hal semacam itu kan tidak benar. Kita ingin demokrasi yang benar. Bermain lah secara fair," tegas Prabowo.



Usai bersilahturahmi, Prabowo menyempatkan berziarah ke makam KH Hasyim Asy`ari, ayahanda Gus Solah dan Gus Dur (Abdurrahman Wahid), yang berada dalam area pesantren. (sihc/saci) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda