-JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak tebang pilih dalam menangani kasus yang melibatkan Dudhie Makmun Murod, kader PDI Perjuangan yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap.
"Jangan tebang pilih, harus semua mendapat keadilan," kata calon presiden itu dalam acara Capres Bicara Hukum di Hotel Four Seasons kemarin.
Dudhie Makmun Murod ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemilihan Deputi Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom pada 2004 lalu. Selain Dudhie, KPK juga menetapkan tiga tersangka lain yaitu Udju Djuhairi, Hamka Yandhu, serta Endin Soefihara. "Saya tidak setuju kalau hanya disebut kader saya saja," kata Megawati.
Megawati mengatakan, dirinya masih akan melihat terlebih dahulu kasus tersebut. Jika Dudhie layak dilindungi, kata Megawati, pihaknya akan memberikan perlindungan. "Kalau tidak perlu dilindungi ya harus diserahkan ke ranah hukum," kata Megawati.
Kasus ini bermula dilaporkan mantan anggota DPR dari PDI Pejuangan Agus Condro Prayitno. "KPK telah menemukan dua alat bukti yang cukup dari kasus pemilihan Gubernur Bank Indonesia untuk ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan," ujar Wakil Ketua KPK Mohammad Jasin di Jakarta kemarin.
Menurut Jasin, keempat tersangka tersebut diduga menerima cek pelawat atau traveler's cheque masing-masing bernilai total Rp 500 juta. Namun, total uang beredar yang ditemukan dalam kasus ini mencapai Rp 24 miliar.
Ia pun menegaskan, penyidik sudah mengantongi bukti cek terkait dengan empat tersangka itu. Bukti lain adalah keterangan para saksi, termasuk Agus Condro. Agus adalah mantan anggota Komisi Keuangan dan Perbankan dari Fraksi PDI Perjuangan yang melaporkan kasus ini pada 4 Juli tahun lalu. Ia mengaku turut menerima pembagian cek sebanyak 10 lembar itu ketika diperiksa dalam kasus lain, yakni dugaan suap Bank Indonesia senilai Rp 31,5 miliar. (sihc/stic) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih