-SURABAYA - Setelah menunggu 2,5 jam, massa pendukung Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menggelar deklarasi tanpa dihadiri sang calon presiden.
SBY memilih langsung ke lokasi peresmian Jembatan Suramadu di Bangkalan. Sedianya, di Hotel Shangri-La Surabaya, tempat SBY dan rombongan menginap, diselenggarakan deklarasi semua elemen pendukung SBY-Boediono, Rabu (10/6).
Acara ini diikuti empat lembaga pendukung utama dan 31 lembaga pendukung tambahan. Selain itu, dilantik pula Task Force SBY For President.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Indonesia Bisa Jatim Bagus Haryosuseno mengatakan, Presiden SBY mengkhawatirkan ekses negatif dari kehadirannya di deklarasi pendukung SBY-Boediono. Karenanya, SBY langsung meluncur ke Suramadu yang akan diresmikan pukul 10.15.
"Kami tidak tahu pasti pertimbangan apa yang membuat Presiden memutuskan demikian, tetapi hari ini beliau hadir sebagai Presiden. Karenanya, mungkin khawatir kena peringatan Panwaslu dan menurunkan kredibilitasnya," tutur Bagus.
Menurut Bagus, sekitar 2.000 pendukung tidak akan kecewa meskipun diabaikan SBY, calon presiden yang mereka harapkan. Pada deklarasi ini, hadir perwakilan dari keempat lembaga pendukung inti itu—Indonesia Bisa, Barisan Indonesia (Barindo), Majelis Dzikir SBY Nusantara, dan Gerakan Pro SBY (GPS).
Adapun lembaga pendukung lainnya antara lain Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD) Jatim, Jatim Pro SBY, DPD Organda Jatim, Puskopkar, Kopatas, DPD Apersi Jatim, Jawara (Jawa-Madura), Bikers Surabaya, Aliansi Masyarakat Petani dan Nelayan, Lembaga Pengawas Keuangan Daerah, SBY Fans Club, Kelompok Kerja Nahdliyin (KKN), Koalisi Rakyat Bersatu (Kareb), dan Garda Nusantara. (sihc/skoc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih