coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Kamis, 18 Juni 2009

Komunikasi Politik SBY-JK Tidak Buntu

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Pakar Komunikasi Universitas Indonesia (UI), Dr Bachtiar Ali menilai, komunikasi politik antara SBY dengan JK tidak mengalami kebuntuan walaupun keduanya berlaga sebagai calon presiden pada pemilu presiden 8 Juli 2009 mendatang.

"Saya melihat, komunikasi politik antara presiden dan wakil presiden tetap berjalan normal," ungkap Bachtiar Ali di Jakarta, Selasa.



Menurut dia, koordinasi penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan dan keduanya selalu hadir pada setiap pertemuan formal, bahkan pada pertemuan informal pun hubungan mereka tetap terlihat hangat.



Terkait aksi saling serang argumen dan klaim tentang keberhasilan dalam pengambilan keputusan pada pemerintahan mereka, Pakar Komunikasi UI itu menilai, argumen yang dilontarkan SBY dan JK masih dalam koridor etika pollitik yang wajar.



"Apa yang mereka (SBY-JK) perlihatkan kepada publik masih dalam batas wajar, karena keduanya punya andil dalam setiap kebijakan di negeri ini. Jadi, masyarakat tidak perlu resah dengan argumen-argumen saling serang dan klaim tersebut, sebab itu bagian dari sebuah kompetisi. Kecuali, jika hubungan presiden dan wakil presiden tidak harmonis lagi itulah yang perlu dikhawatirkan," ujarnya.



Bentuk kampanye saling klaim itu merupakan ranah kampanye untuk menyakinkan publik, katanya.



"Tapi, yang paling penting, tim sukses mereka harus tetap menjaga keharmonisan tersebut dan tidak memanfaatkan klaim itu untuk saling menyerang pribadi capres. Walaupun SBY-JK berkompetisi, namun mereka tetap harus mengawal pemerintahan hingga Oktober 2009," kata Pakar Komunikasi UI tersebut.



Ia juga menilai, klaim keberhasilan keputusan antara presiden dan wakil presiden pada pemerintahan dijadikan sebagai bentuk pembelajaran demokrasi.



"Klaim-klaim itu akan menguak proses pengambilan keputusan di pemerintahan dan menurut saya ini sangat baik sebagai pembelajaran untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di pemerintahan selama ini," katanya. (sihc/saci)

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda