-JAKARTA - Juru bicara Tim Sukses JK-Wiranto, Hajriyanto Yasseir Thohari, menyatakan, iklan "Pilpres Satu Putaran" merupakan teror politik yang bisa mengikis kedaulatan rakyat dalam melaksanakan pesta demokrasi.
"Iklan kampanye "Pilpres Satu Putaran" yang dilakukan pasangan SBY-Boediono itu merupakan teror politik yang sistematis, baik terhadap para pemilih maupun para capres yang menjadi kompetitornya," tegasnya di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan itu selaku jubir Tim Sukses JK-Wiranto, menyikapi publikasi besar-besaran `Pilpres Satu Putaran` yang dimuat di beberapa media massa.
"Dengan iklan itu, mereka ingin menggiring opini rakyat, bahwa memilih selain pasangan SBY-Boediono adalah tidak memiliki arti politik apa pun alias mubazir," ujar anggota Komisi I DPR RI itu.
Satu hal yang pasti, demikian Hajriyanto Thohari, hal itu jelas cara-cara licik dan sistematis untuk meneror rakyat, agar semuanya ikut ramai-ramai mendukung capres tersebut.
Sekretaris Fraksi Partai Golkar di MPR RI itu menambahkan, iklan itu juga telah mereduksi dan mendistorsi pilpres dari sebuah penyelenggaraan pesta demokrasi untuk mengejawantahkan kedaulatan rakyat, menjadi seakan-akan sebuah pesta pemborosan semata.
"Ukurannya adalah uang dan kapital. Seolah-olah demokrasi itu pemborosan. Pasalnya, iklan itu bisa dibaca secara terbalik, bahwa jika pilpres sampai dua putaran, maka itu hanya merupakan pemborosan semata," ungkapnya.
Hajriyanto Thohari menganggap cara tersebut sebagai pelecehan luar biasa terhadap konstitusi.
"Bukankah Pilpres dua putaran itu diatur dalam Undang Undang Dasar 1945 yang merupakan Konstitusi Republik Indonesia? Kok seolah dua putaran dianggap pemborosan? Ini kan amanat untuk menjalankan kedaulatan rakyat," tandasnya.
Di samping merupakan teror politik, bagi Hajriyanto Thohari, kampanye "Pilpres Satu Putaran" itu juga dinilai sebagai suatu kesombongan dan mendahului kehendak Tuhan.
"Mereka lupa bahwa Tuhan adalah pembuat skenario yang Maha Agung. Tuhan akan mempermalukan hamba-NYA yang jumawa (sombong) dan mendahului kehendak Tuhan itu," katanya meyakinkan.
Karena itu, ia berharap semua elemen bangsa jangan selalu mau digiring pada persoalan-persoalan dengan ukuran uang atau materi semata, apalagi itu sudah menyangkut demokrasi, bahkan mungkin nanti ideologi bangsa.
"Pilpres itu amanat konstitusi, karenanya jangan direduksi oleh iklan yang tidak mendidik dan tak mencerdaskan rakyat yang sedang tumbuh spirit demokrasinya," ujar Hajriyanto Thohari. (sihc/saci)
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih