-JAKARTA — Bagi pasangan capres dan cawapres SBY dan Boediono, neoliberalisme merupakan isu yang kerap dilempar untuk menyerang mereka menjelang pemilu presiden pada tanggal 8 Juli mendatang. Begitu juga perdebatan tentang angka kemiskinan dan pengangguran. Bagi SBY, isu tersebut harus direspons. Namun, dengan cara-cara yang benar.
"Isu itu memang perlu di-counter, direspons, sebab kalau dibiarkan berlarut-larut, rakyat bisa menganggap itu benar. Banyak yang bilang saya enggak perlu menganggap. Sejak 2004, saya memang tidak terlalu reaktif. Tapi sekali-kali tidak dilarang, seorang SBY untuk menanggapi itu," tutur SBY panjang lebar di depan para pengurus pusat maupun daerah dari parpol mitra koalisinya yang hadir dalam Silaturahim Nasional Koalisi Parpol di Arena PRJ, Sabtu (30/5).
Namun, SBY menekankan cara merespons dengan baik dan benar harus dikedepankan, yaitu dengan data dan fakta yang akurat. SBY meminta seluruh parpol mitra koalisinya untuk menghadapi berbagai isu yang digunakan untuk menyerang dengan rasional, tepat, dan tanpa emosional. "Rakyat tidak menyukai kegaduhan dengan cara-cara yang tidak patut. Gunakan fakta yang baik dengan data dan angka," tandas SBY. (sihc/skoc)
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih