coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Sabtu, 22 November 2008

Pilpres 2009 Seharusnya Jadi Ajang Seleksi

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Masyarakat Indonesia sampai sekarang dinilai masih salah kaprah dan timpang dalam memahami hakikat pemilihan umum, baik legislatif maupun eksekutif. Ketimpangan terjadi lantaran masyarakat masih menganggap pemilu sekadar ajang pemilihan (election) ketimbang proses seleksi (selection) calon pemimpin.

Akibatnya, masyarakat sudah merasa cukup jika jagoannya terpilih. Padahal pemilihan umum seharusnya bisa menjadi ajang penentuan calon pemimpin yang berkualitas. Pernyataan itu dilontarkan Pendeta Nathan Setiabudi, Sabtu (22/11), anggota Tim 45 Dewan Integritas Bangsa (DIB), yang sampai sekarang tengah menginventarisasi dan menyeleksi sejumlah nama untuk diusung menjadi calon Presiden alternatif dalam Pemilu 2009.

"Kami dari DIB meyakini proses pemilu yang selama ini berjalan di Indonesia terlampau berat sebelah, lebih ke election atau berdasarkan perolehan suara, daripada ke selection atau berdasarkan pada kualitas," ujar Nathan.

Padahal dengan lebih menitikberatkan pada proses seleksi yang lebih mengacu pada persoalan kualitas, maka baik para pemilih, partai politik, maupun calon pemimpin yang dipilih, bisa berpikiran jauh lebih maju dan berkomitmen pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Nathan melontarkan pernyataannya itu usai mengikuti rapat kerja Tim 45 DIB, yang juga diikuti sejumlah tokoh lain seperti Salahuddin Wahid, Lieus Sungkharisma, Laksda (Purn) I Gde Artjana, Al Mulyadi Mamoer, dan Roch Basoeki Mangoenpoerojo.

Dalam siaran pers dipaparkan, DIB akan mencoba menyaring sejumlah nama tokoh untuk kemudian mereka dukung untuk maju dalam proses pemilihan presiden mendatang sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.

Terkait upaya itu, sedikitnya sudah ada empat pemimpin parpol yang menyatakan mendukung rencana DIB. Selain berintegritas dan punya rekam jejak yang baik, para calon itu juga harus bersedia sejak awal mengumumkan nama-nama calon pengisi kabinet kementerian mereka jika berhasil terpilih.

Jumlah kementerian diharuskan juga ramping dan efisien dalam bekerja. Pengumuman nama-nama susunan kabinet diumumkan seperti itu untuk menghilangkan kemungkinan terjadinya praktik beli kucing dalam karung atau didasari oleh tawar menawar politik seperti selama ini terjadi.

Selain itu partai-partai politik pendukung juga diharuskan tidak mengajukan anggotanya, baik sebagai menteri kabinet atau bahkan calon presiden. Keberadaan parpol sebagai kendaraan dalam pencalonan presiden dinilai Salahuddin tidak dapat dihindari. Menurut Salahuddin, DIB akan tetap mengikuti aturan main, para calon harus didukung atau melalui mekanisme pencalonan lewat parpol.

Para calon berkualitas yang nanti diajukan DIB bahkan diyakini bakal meningkatkan perolehan suara parpol yang bersangkutan. Dalam pemilu mendatang diprediksi jumlah pemilih golput naik.

"Namun kami melihatnya justru mereka (para pemilih golput) adalah peluang. Kami yakin para pemilih, yang tadinya golput itu, bakal tertarik memilih nama-nama calon yang kami ajukan. Dengan begitu syarat 20 persen suara, yang akan diperoleh parpol pendukung kami akan terlampaui," ujar Salahuddin.

Walau menolak merinci nama-nama yang saat ini tengah diproses dan diseleksi, Salahuddin menyatakan setidaknya saat ini sudah muncul 11 nama, beberapa dari mereka selama ini juga termasuk yang sering disebut-sebut akan maju dalam Pilpres 2009.

Menariknya, dari 11 nama tadi satu pun muncul nama Susilo Bambang Yudhoyono atau Megawati Soekarnoputri. "Dari 11 orang itu nanti akan kami seleksi lagi dengan kriteria dan syarat yang kami tetapkan. Selain itu mereka juga harus memaparkan visi, misi, serta susunan kabinetnya," ujar Salahuddin. (sihc/skoc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda