coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Sabtu, 22 November 2008

Yudhoyono Terancam Gagal Ikut Pilpres

* PRESIDENTIAL *
-DEPOK - Analis politik Universitas Indonesia Boni Hargens menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terancam gagal mengikuti Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009, karena kemungkinan tidak memenuhi dukungan suara 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara pemilih pada Pemilu Legislatif 2009.

"Syarat 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara pemilih pada pemilu legislatif 2009 mendatang, dan apabila Golkar pindah koalisi, SBY (Yudhoyono) jelas tak mudah mencalonkan diri jadi presiden," kata Boni Hargens di Depok, Sabtu.

Saat ini pun PPP yang menjadi koalisinya telah mendesak kadernya yang menjadi menteri di kabinet Indonesia Bersatu, Suryadarma Ali, segera mundur dan ini mengisyaratkan PPP mau meninggalkan SBY-JK.

Keadaan Yudhoyono makin sulit karena beberapa mitra koalisinya seperti PBB sudah lebih dulu hengkang, dan PKS pun besar kemungkinan pergi meninggalkan Yudhoyono.

Kunci Yudhoyono sekarang adalah Golkar karena Demokrat cukup sulit menembus angka 20 persen dan survei LSI tentang Partai Demokrat (PD) sebagai partai terkuat bukan kenyataan tapi prediksi sehingga tidak bisa menjadi ukuran.

"Bahkan kalau dilihat secara kualitatif, perolehan Demokrat pada 2009 mendatang tak berbeda jauh dari 7 persen pada pemilu 2004," jelasnya.

Boni menskenariokan akan ada koalisi alternatif di antara parpol-parpol baru, misalnya dengan mengusung Sri Sultan Hamengkubuwono X atau Prabowo Subianto yang artinya mereka tidak memilih Yudhoyono atau Megawati dari PDIP, maka posisi Yudhoyono dalam masalah besar.

"Megawati agak aman karena PDIP sendiri cukup potensial menembus 20 persen," paparnya.

Untuk itu, Demokrat harus bekerja keras untuk memelihara dukungan pemilih yang di Indonesia 45 persennya cenderung berpindah-pindah dan swing voters ini potensial mengantarkan parpol menjadi pemenang pemilu tapi tak dapat diklaim oleh siapa pun.

"Ini semua tergantung bagaimana partai melakukan manajemen kampanyenya menjelang 2009, sehingga bisa meraih jumlah pemilih sebanyak-banyaknya," katanya. (sihc/saci)
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda