coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Sabtu, 22 November 2008

Jusuf Kalla Minta Pelaut Tradisional Tingkatkan Efisiensi

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta para pelaut tradisional melakukan efisiensi yang tinggi. Permintaan kalla ini terkait dengan guncangnya ekonomi Amerika Serikat yang berdampak pada ekonomi Indonesia.

"Dalam keadaan ekonomi guncang kita perlu efisiensi tinggi. Efisiensi dengan menjalankan potensi dalam negeri," Kata Kalla di hadapan sekitar 200 pelaut dan pengusaha kapal tradisonal di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Sabtu (22/11/2008).

Kalla menoncohkan efisiensi yang dilakukan saat menghadapi bencana tsunami di Aceh. Saat itu angkutan bantuan didominasi kapal asing dan helikopter-helikopter milik negara lain. Melihat hal itu, Kalla meminta 100 kapal angkut tradisional untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan bantuan.

"Hasilnya hanya dalam dua minggu masalah angkutan bisa selesai," katanya.

Kunjungan Kalla ke pelaut-pelaut tradisonal di Sunda kelapa ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh goncangan ekonomi dunia tehadap ekonomi rakyat. Sebelumnya Kalla juga menemui petani kelapa sawit di Medan, Sumatera Utara.
Kenangan Masa Kecil

Kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, rupanya membangkitkan kenangan masa kecilnya saat masih di Makassar. Jejeran perahu phinisi, kesibukan bongkar muat barang, dan bau laut adalah makanan sehari-hari Kalla kecil.

"Kalau saya berada di tempat seperti ini saya teringat waktu masa kecil saya. Rumah saya di Makassar hanya 50 meter dari pelabuhan," ujar Kalla dalam sambutannya di hadapan sekitar 200 pelaut, Sabtu (22/11/2008).

Di samping podium tempat Kalla menyampaikan sambutannya, berjejer kurang lebih 10 kapal phinisi yang sedang berlabuh. Kapal phinisi yang identik dari Makassar kian membuat Kalla bernostalgia.

"Tiap malam saya mendenger gendang, dengar suara memancing dari para nelayan. Itu sangat menggambarkan kebahagiaan dan harapan," kenangnya.

Kalla lalu berpesan harapan itu hendaknya tetap dipelihara pada saat ini. Pelaut tradisional
harus tetap optimis menghadapi persaingan dengan kapal-kapal besar.

"Ada sisi di mana kapal kontainer tidak bisa masuk. Anda yang bisa masuk. Di mana kapal besar tidak bisa. Di sini pentingnya pelabuhan rakyat. Anda harus tetap punya harapan," pesannya.

'Rasa' tradisional jangan sampai memunculkan kesan kuno dan ketinggalan zaman. Kalla
mengingatkan, para pelaut tradisional juga harus bisa harus menjadi bagian dari masa depan dengan ikut terlibat dalam transportasi dan pengangkutan komoditas dari perusahaan.

"Itu lebih efektif jika pelabuhan rakyat menjadi bagian dari masa depan," tandasnya. (sihc/sdtc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda