-JAKARTA - Semingguan ini iklan kampanye Megawati tentang sembako merah menghiasi koran, radio, dan televisi. Iklan itu berisi program 100 Hari PDIP dan Megawati tentang "Perjuangkan Sembako Murah" melalui 6 kebijakan. Tak lupa mereka menyentil SBY. "Kenaikan harga sembako melampaui kenaikan daya beli rakyat," tulis iklan bergambar Megawati tersenyum lebar itu.
"80% rakyat menilai pemerintahan saat ini gagal mengendalikan harga sembako karena semakin tak terjangkau," imbuhnya.
Iklan itu ditanggapi serius oleh kubu SBY. Salah satu kelompok pendukung SBY yang menamakan diri Jaringan Nusantara langsung membalas dengan iklan bertajuk "Mana Mungkin".
"Mana mungkin harga sembako turun kalau pemerintahannya (dulu) mengidap korupsi, kalau waktu berkuasa (dalam waktu singkat) aset negara sempat dijual, kalau partainya sibuk cakar-cakaran, tendang sana tendang sini, kalau pimpinannya alergi demokrasi, bergaya feodal," begitu bunyi iklan dengan latar warna biru itu.
"Mari kita pilih yang pasti, lupakan yang mana mungkin," serang balik iklan itu.
Uniknya, dalam terbitan beberapa koran ibukota edisi Rabu (26/11/2008), iklan Megawati dan pendukung SBY itu dipasang berdampingan atas bawah dengan ukuran cukup mencolok, sehingga membuat pembaca tersenyum simpul. (sihc/sdtc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih