-JAKARTA - Pernyataan mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif yang menyebut Jusuf Kalla sebagai The Real Presiden dinilai akan membawa efek psikologis bagi hubungan SBY-JK. "SBY paling senyum-senyum. Tapi JK pasti (merasa) nggak enak," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) kepada detikcom, Rabu (26/11/2008).
Menurut Mubarok, pernyataan Maarif tersebut adalah suatu tindakan yang tidak arif. Sekaligus, kata dia, mencerminkan ketidaktahuan penerima Magsasay Award itu akan keharmonisan duet SBY-JK sekarang ini.
"Kalau pada tahun kedua (pemerintahan) ketika JK suka mengambil tindak sendiri itu wajar. Tapi sekarang, dia (Ma'arif) tidak tahu hal itu dan tidak arif," kata dia.
Mubarok mengatakan JK sering tidak berkonsultasi kepada SBY mengenai keputusan-keputusan yang diambil pada tahun kedua pemerintahan. Namun, sekarang sudah berubah, sinergi SBY-JK makin membaik.
"JK sudah tahu diri bahwa dengan seperti itu ratingnya tetap rendah," cetus Mubarok.
Namun demikian, kata Mubarok, pernyataan Ma'arif itu tidak akan membawa pengaruh apa-apa bagi keterpilihan SBY pada Pilpres 2009."Secara suara tidak akan berpengaruh," kata Mubarok. (sihc/sdtc)***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih