coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Jumat, 26 Juni 2009

Wiranto Kritik Boediono dan Khawatirkan Degradasi Bangsa

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Disamping mengkritik lawannya Calon Wakil Presiden Boediono karena menyampaikan pernyataan normatif, Calon Wakil Presiden Wiranto mengungkapkan kekhawatirkannya atas nasib bangsa Indonesia yang tidak lagi mengetahui jati dirinya dan telah terdegradasi falsafah moralnya (Pancasila).


Selain itu, Indonesia juga menjadi bangsa pengutang terbesar sehingga dilecehkan negara tetangga dalam kasus Ambalat, demikian Wiranto dalam debat calon wakil presiden yang disiarkan langsung satu stasiun tv swasta, Selasa.

"Kondisi seperti ini tentunya tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan harus ada perubahan," ujar Wiranto seraya menyatakan solusinya adalah dengan menghadirkan kepemimpinan bangsa yang kuat dalam menyelesaikan berbagai masalah.

Wiranto yang mengawali dan mengakhiri pidatonya dengan menyanyikan penggalan dua lagu, mengatakan bahwa membangun jiwa dan badan bangsa Indonesia merupakan satu kesatuan yang utuh dalam membentuk jati diri bangsa.

Debat cawapres putaran pertama yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta itu mengambil tema "Pembangunan Jati Diri Bangsa" serta dipandu moderator Komarudin Hidayat, Rektor UIN Jakarta.

Saat sesi tanya jawab, Wiranto diantaranya menyampaikan bahwa akar masalah sejumlah persoalan bangsa seperti konflik dan kesenjangan sosial ada pada tidak terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat.

Oleh karena itu, solusinya adalah membangun perekonomian yang lebih memihak dan memberdayakan rakyat.

Menjawab pertanyaan seputar maraknya kecelakaan transportasi saat ini, Wiranto mengatakan bahwa kecelakaan yang berulang kali itu tidak bisa lagi disebut sekedar musibah, tetapi karena tidak adanya kepedulian dari mereka yang seharusnya bertanggungjawab.

"Kalau kecelakaan itu sekali (namanya) musibah. Dua kali kelalaian dan lebih dari dua kali ketidak pedulian," ujarnya yang langsung mendapat aplaus hadirin.

Pemerintah, ujarnya, tidak bisa lepas tangan begitu saja atas semua kejadian itu karena konstitusi mengamanatkan negara untuk melindungi tumpah darah bangsa Indonesia.

Tentang hubungan agama dengan negara, Wiranto mengkritik Cawapres Boediono yang dinilainya memaparkan hal-hal normatif sehingga dalam tataran praktisnya justru membingungkan.

Boediono berpendapat bahwa agama harus ditempatkan pada posisi yang terhormat dan terpisah dengan dunia politik.

"Jadi tidak akan ada bohong, tega dan nipu," ujar Wiranto dan kembali mendapat sambutan tepuk tangan hadirin. (sihc/saci)
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda