coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Jumat, 26 Juni 2009

Boediono: Jati Diri Bangsa Dibangun oleh Pemerintahan yang Bersih

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Untuk memperbaiki citra bangsa dan menegakkan jati diri bangsa maka harus dimulai dengan membangun pemerintahan yang bersih, demikian Calon Wakil Presiden Boediono, pada sesi penyampaian visi dan misi dalam acara debat cawapres yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Selasa malam.

Boediono menilai selama ini Indonesia masuk ke jajaran negara terkorup di dunia dan bahkan dikenal sebagai negara yang menjadikan korupsi sebagai budaya sehingga pembangunan jati diri bangsa harus dimulai dari tema itu.

Selain itu, pembangunan jati diri Bangsa Indonesia tidak bisa dilakukan secara indoktrinasi, sebaliknya harus dengan memperkuat rasa keadilan, kebanggaan dan kesejahteraan rakyat yang semakin merata.

Boediono lantas mengajukan empat hal untuk memperkuat jati diri bangsa, yaitu kebudayaan nasional, politik nasional, ekonomi nasional, dan hukum nasional.

Untuk memperkuat budaya, mantan Gubernur Bank Indonesia itu menegaskan mesti diperkuat dan dilestarikannya aset paling berharga bangsa Indonesia, yaitu Bahasa Indonesia dan Budaya daerah, sedangkan di bidang politik, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus tetap utuh dan demokrasi harus dikembangkan.

"Untuk ekonomi nasional, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, nilai-nilai Pancasila harus diutamakan masuk dalam kebijakan-kebijakan ekonomi," ujar Boediono.

Selain itu, pembangunan infrastruktur harus dipercepat guna mempercepat integrasi internal Bangsa Indonesia dan membuka jalan bagi pemerataan pembangunan.

Sedangkan di bidang hukum nasional, Boediono menyebut reformasi hukum dan perlindungan HAM sebagai cara untuk memperkuat jati diri bangsa.

Boediono lalu menyebutkan empat konsensus untuk membangun jati diri Bangsa Indonesia sebagaimana sering disebut pasangannya Calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Pada debat cawapres perdana yang dilaksanakan di studio salah satu televisi swasta, KPU mengubah aturan debat dimana sampaian visi dan misi dari setiap calon diperpendek menjadi tujuh menit dari sebelumnya 10 menit.

Selain itu, pada debat cawapres yang dimoderatori oleh Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat, dilakukan pendalaman pertanyaan kepada setiap calon. (sihc/saci) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda