-JAKARTA - Popularitas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk maju sebagai presiden dalam Pemilu 2009 masih sangat menjanjikan. Hal tersebut terungkap melalui survei politik nasional yang dilakukan Center for Indonesian Regional and Urban Studies (CIRUS) Surveyors Group pada tanggal 3-10 November 2008.
SBY memimpin sebesar 36,69 persen di atas Megawati Soekarno Putri (16,20 persen) dan Sri Sultan HB X (6,47 persen.) " Faktor penangkapan Aulia Pohan yang merupakan besan dan penurunan harga BBM, menjadi penting terhadap naiknya popularitas SBY," kata Research Manager CIRUS Research Group Hasan Nasbi A, saat memberikan laporan survei politik nasional dan Prospek Calon Pemimpin Muda di Hotel Sahid Jakarta, Minggu (30/11).
Hasan menjelaskan, survei dilakukan oleh 2600 koresponden yang tersebar di 33 propinsi di Indonesia. Menggunakan metode multistage systematic random sampling, para responden minimal berumur 17 tahun dengan proporsi tempat tinggal perkotaan 43 persen dan pedesaan 57 persen. Tingkat kepercayaan survei ini mencapai 95 persen dengan margin of error sekitar 1,9 persen.
Hasan juga mengakui, berdasarkan hasil survei memang kecenderungan pemilihan berdasar pada pengalaman seseorang pernah atau sedang menjadi pemimpin. Sehingga, untuk pemimpin muda seperti ada jurang pemisah khususnya pengalaman serta ketersediaan yang dianggap layak oleh masyarakat. "Sehingga dukungan terhadap tokoh muda harus lebih kuat, agar semakin banyak calon muda yang berpeluang besar dalam pemilu 2009 dan persiapan Pemilu 2014," tambah Hasan.
Dalam survei tersebut, didapat nama-nama baru seperti Andi Malarangeng sebagai tokoh muda untuk Wakil Presiden dan Hidayat Nur Wahid sebagai tokoh muda yang perhatian terhadap rakyat. Untuk wakil preseiden, masih dipegang Jusuf Kalla (15,22 persen) dibawah Sri Sultan HB X (10.55 persen).Sedangkan,untuk model pasangan cawapres ideal harus diisi oleh kalangan tua dan kalangan muda. "Survei ini memang bukan merupakan acuan terhadap Pemilu 2009 nanti, tetapi menjadi studi bagi politik di Indonesia," tegas Hasan. (sihc/skoc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih