coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Sabtu, 06 Juni 2009

Yudhoyono: Jangan Gunakan Agama dalam Kompetisi Politik

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak semua Capres dan Cawapres serta tim-tim kampanye untuk tidak menggunakan simbol-simbol agama dalam masa kampanye Pilpres yang disebutnya sebagai kompetisi politik.

"Sebaiknya kita tidak menggunakan agama dalam kompetisi politik," kata Yudhoyono di Jakarta, Kamis dalam acara talk show menjelang Pilpres yang diselenggarakan stasiun televisi Anteve.

Yudhoyono yang merupakan Capres dari Partai Demokrat serta 23 partai politik lainnya mengemukakan bahwa semua Capres dan Cawapres beserta tim-tim kampanyenya sebaiknya hanya menjelaskan visi, missi serta program kerjanya selama masa kampanye.

KPU telah menetapkan bahwa kampanye dimulai 2 Juni hingga 4 Juli 2009.

"Jangan halalkan semua cara," kata Yudhoyono yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono, calon wakil presiden Boediono. Pada acara talk show ini juga hadir Ketua Umum Kadin Indonesia Mohammad Hidayat serta Kepala BKPM Mohammad Luthfi .

Dalam talk show ini, muncul berbagai pertanyaan, mulai dari masalah alutsista TNI, penyederhanaan partai karena di tanah air sedikitnya terdapat 38 partai politik yang ditambah enam partai lokal di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam , hingga masalah Manohara serta Prita.

Mantan Ketua KPK Taufiqurahman Ruki dalam acara ini mempertanyakan sikap Yudhoyono yang merupakan purnawirawan TNI berpangkat jenderal .

Ruki yang juga merupakan purnawirawan TNI menyebutkan Yudhoyono merupakan seorang perwira TNI yang mempunyai karir yang baik antara lain karena perah menjadi Komandan Kontingen TNI di Bosnia-Herzegovina.

"Tapi sekarang kok banyak orang yang berpendapat bahwa SBY menjadi peragu serta lamban mengambil keputusan," kata Ruki. Ketika menjawab pertanyaan ini, nampak SBY tersenyum-senyum.

Yudhoyono menyebutkan "Saya tidak tahu kenapa isu itu sampai muncul. Misalnya saya dianggap sebagai pemimpin yang tidak tegas".

Kemudian capres ini memberi contoh bahwa sering seorang menteri atau gubernur datang menemuinya atas masalah yang sedang dihadapinya.

"Kemudian saya tanya kepada yang bersangkutan apakah sudah berbicara dengan menteri atau pejabat yang lainnya". Yudhoyono mengatakan ia kemudian minta agar pejabat itu berkonsultasi dengan pejabat lainnya supaya masalahnya menjadi jelas. Pejabat itu diberi waktu dua hingga tiga hari.

Sambil bercanda dan tersenyum, kemudian Yudhoyono berkata "Kalau saya peragu, maka apa mungkin sampai pada posisi seperti ini(presiden, red)". (sihc/saci) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda