coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Senin, 22 Juni 2009

Yudhoyono Tegaskan Tak Akan Pernah Ganti Pancasila

* PRESIDENTIAL *
-MEDAN - Capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Medan, Sumatera Utara, Minggu, menegaskan, dirinya sama sekali tidak pernah mempunyai pikiran untuk mengganti ideologi Pancasila dan bentuk negara NKRI dengan ideologi dan bentuk negara lainnya.

"Pancasila dan NKRI serta UUD 1945 adalah harga mati," kata Yudhoyono ketika mengadakan kampanye ideologis yang berlangsung di TB Pardede Hall yang dihadiri sekitar 1.000 simpatisan pasangan Capres Susilo Bambang Yudhoyono-Cawapres Boediono.



Yudhoyono merasa perlu menegaskan sikapnya itu karena menjelang Pemilihan Presiden/Wakil Presiden (pilpres) 8 Juli 2009 ada isu bahwa jika terpilih lagi sebagai masa presiden masa bakti 2009-2014, dirinya akan mengganti Pancasila, NKRI dengan ideologi serta bentuk negara lainnya.



"Ada isu bahwa kalau SBY menjadi presiden lagi, maka strateginya akan berubah sama sekali. Mana mungkin saya berubah," kata Capres Yudhoyono yang didampingi Ny Ani Yudhoyono.



Dalam kampanye ideologis yang berlangsunmg selama 2 jam, Yudhoyono membantah gosip yang menyebutkan bahwa Dia telah menentukan para menteri dalam kabinetnya nanti.



"Ada berita yang tidak benar, gosip yang jauh dari kebenaran serta SMS yang tidak jelas sumbernya yang menyebutkan bahwa Yudhoyono telah menentukan pengisian posisi beberapa menteri," katanya.



Dalam pidato politiknya, Yudhoyono juga menjelaskan kebijaksanaanya di bidang ekonomi jika terpilih lagi untuk masa jabatan keduanya.



"Kebijaksanaan dasar itu saya sebut ekonomi terbuka berkeadilan sosial," kata Yudhoyono pada acara yang juga dihadiri Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali, Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan serta Ketua Harian Pimpinan Kolektif Nasional (PKN) Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Roy BB Janis.



Ia mengatakan, di Indonesia tidak boleh diterapkan pasar bebas atau neoliberalisme ataupun sebaliknya ekonomi yang dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah.



Yudhoyono mengatakan pula, pada masa ini banyak perusahaan multinasonal yg beroperasi di Tanah Air.



Dia menegaskan, perusahaan-perusahaan multinasional itu tidak boleh memonopoli kegiatan ekonomi nasional karena ekonomi nasional harus dikuasai oleh pengusaha Indonesia.



Dia menjelaskan, program ekonomi selama lima tahun mendatang, jika ia terpilih lagi. Yudhoyono menyebutkan sektor-sektor yang mendapat prioritas adalah pertanian, industri, jasa, pariwisata serta ekonomi kreatif. (sihc/saci) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda