coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Senin, 08 Juni 2009

SBY-Boediono Bantah Tudingan Mega-Pro

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Setelah saling lempar isu-isu nonsubstansif antara tiga pasang peserta Pemilu Presiden 2009, seperti kuda dan atribut agama, kini mereka mulai "membedah" program-program kerja mereka. Hari ini, Senin (8/6) di Bravo Media Center, Jakarta, kubu pasangan capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono membantah isu yang dilontarkan Mega-Prabowo.

Rizal Mallarangeng, M Chatib Basri dan Raden Pardede, merespon pernyataan cawapres Prabowo yang mengatakan bahwa utang per kepala rakyat Indonesia mencapai Rp 7 juta per tahun 2008, atau meningkat Rp 2 juta dari tahun 2004. Juru Bicara Tim Nasional Kampanye SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng, mengatakan, penyataan Prabowo tidak mengungkapkan fakta menyeluruh.

Menurutnya, kendati utang per kepala meningkat, kata Rizal, pendapatan per kepala rakyat Indonesia melonjak dari Rp 10 juta di tahun 2004 menjadi Rp 21 juta pada tahun 2008. "Dengan demikian, prestasi pengelolaan utang pemerintah lebih baik," ujar Rizal.

Namun sayangnya, timnas tidak memiliki data tentang daya beli masyarakat yang semakin kedodoran terhadap sejumlah kebutuhan pokok, seperti BBM, dan lainnya. Tim sukses SBY-Boediono pun kembali meluruskan pernyataan Prabowo yang menyebutkan bahwa Indonesia didominasi asing dengan mengutip World Development Report (WDR) 2007.

"Berdasarkan WDR, foreign direct investment yang mengalir ke Indonesia hanya 1,6 persen dari PDP. Bagaimana mereka bisa berteriak-teriak mengatakan Indonesia didominasi asing." ujarnya.

Sementara itu, rasio FDI sejumlah negara tetangga lebih tinggi, seperti Vietnam, 9,7 persen, Malaysia, 4,5 persen, China, 4,3 persen, Thailand, 3,9 persen, dan Brasil, 2,3 persen. Demikian pula rasio impor Indonesia dibandingkan sejumlah negara tetangga. Rasio Indonesia, kata timnas, bertengger di angka 29 persen terhadap PDB 2008. Hal ini lebih tinggi dari Filipina, 35 persen, Thailand, 74 persen, dan Malaysia, 80 persen. (sihc/skoc)
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda