coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Sabtu, 20 Juni 2009

Pilpres Perlu Pengawasan Masyarakat

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Pelaksanaan pemilu presiden (Pilpres) yang akan berlangsung 8 Juli 2009 memerlukan keterlibatan pengawasan dari warga masyarakat.

"Pengawasan tidak saja dari lembaga penyelenggara pemilu tetapi partisipasi warga sangat diperlukan guna mengantisipasi tindakan kecurangan yang dilakukan berbagai pihak," kata dosen Ilmu Politik, FISIP, Universitas Indonesia, Chusnul Mar`iyah di Jakarta, Kamis.

Pada acara diskusi bertema "Cerdas Meliput Pemilu Presiden-Wakil Presiden 2009" itu, ia mengatakan, kemungkinan kecurangan bisa saja terjadi pada tempat pemungutan suara (TPS), seperti penggunaan kartu pemilih orang lain.

"Kemungkinan itu bisa saja terjadi, namun dengan partisipasi warga maupun insan pers diharapkan kasus itu tidak ada," katanya.

Ia juga menyoroti kinerja KPU yang dianggap masih lemah dalam menjalankan proses pemilu, hal itu terbukti dari pemilu legislatif masih banyak warga yang tak terdaftar sebagai pemilih.

"Saya melihat kinerja KPU masih lemah terbukti pada pemilu legislatif lalu banyak warga protes karena mereka tak terdaftar, namun KPU menanggapi tak serius," katanya,

Mestinya dari pengalaman pemilu legislatif tersebut, kata Chusnul, pada pilpres nanti tidak ada lagi warga yang tak menggunakan hak pilihnya.

Begitu juga dalam melakukan tabulasi penghitungan suara sementara, KPU harus berpatokan pada hasil dari KPU daerah dan penyiarannya harus akurat.

"Selama ini masyarakat kebingungan mendapatkan hasil rekapitulasi, apa dari hasil tabulasi KPU atau dari lembaga survei," kata Chusnul yang juga mantan anggota KPU itu.

Oleh karena itu mestinya KPU harus mampu cepat menginformasikan kepada masyarakat.

Sementara Atmakusumah Astraatmadja, pengajar Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) mengharapkan, media cetak dan elektronik dalam pemberitaan terkait capres dan cawapres harus mengedepankan indepedensi.

"Media harus bersikap netral sehingga berita yang didapat masyarakat sesuai dengan fakta di lapangan," katanya.

Walau capres dan cawapres tersebut memasang iklan, kolom beritanya juga harus jelas, apakah itu berbentuk advetorial atau bentuk lain. Sehingga masyarakat tidak terpaku pada visi dan misi dari satu pasangan capres.

"Di sinilah pentingnya media massa agar mampu mendidik masyarakat pemilih untuk berpikir cerdas dalam menentukan pilihannya," kata Atmakusumah.980 (sihc/saci) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda