coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Jumat, 12 Juni 2009

K2P2 Dukung Mega-Pro

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Komunitas Kebangsaan Pro Perubahan (K2P2) yang terdiri dari berbagai elemen, seperti tokoh Gereja, aktivis mahasiswa dan pemuda Kristen, LSM, serta masyarakat etnis Tionghoa dari berbagai latar belakang profesi, menyatakan mendukung pasangan capres dan cawapres Megawati-Prabowo.

"Megawati dan Prabowo adalah figur capres dan cawapres dengan program yang sangat berpihak dan realistik menuju perubahan," kata Edward Tanaria, Koordinator K2P2, saat deklarasi sikap politik di Jakarta, Rabu (10/6).

Hadir dalam deklarasi tersebut, Sabam Sirait, Ketua Partai Buruh Muchtar Pakpahan, mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih, dan Tim Kampanye Nasional Mega-Pro Sonny Keraf. Adapun Prabowo tidak dapat hadir, padahal sebelumnya dijadwalkan akan menghadiri deklarasi tersebut.

Menurut Edward, pemerintah saat ini telah melakukan pembodohan kepada rakyat dengan mengatakan telah berhasil swasembada beras. "Padahal, swasembada beras pernah kita capai tahun 1984 dan 2004," katanya.

Bungaran Saragih dalam pidatonya mengatakan bahwa pasangan Megawati dan Prabowo mempunyai kualitas dan kekuatan luar biasa yang tidak dimiliki pasangan lain. "Ibu Mega ditemani oleh orang baru (Prabowo) dan semangat baru," lontarnya.

Sementara itu, Muchtar Pakpahan menyinggung masalah neoliberalisme yang dianggap telah merasuk ke dalam pemerintahan sekarang. Selain itu, masalah outsourcing dan kontrak kerja saat ini yang begitu mudah memutuskan hubungan kerja sepihak dengan pekerja. "Saya serukan semua buruh Indonesia untuk bersatu mendukung Megawati-Prabowo," ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Sabam Sirait bahwa neoliberalisme dan outsourcing adalah bentuk penjajahan baru. "Zaman Belanda saja kita tolak, apalagi sekarang," ujarnya.

Ia juga mengkritik bidang pertahanan Indonesia yang akhir-akhir ini menunjukkan bahwa pesawat TNI banyak mengalami kecelakaan. "Pesawat kita tidak perlu ditembak karena nanti jatuh sendiri," sindirnya. (sihc/skoc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda