-JAKARTA - Pertarungan antarkubu pasangan capres dan cawapres tampaknya akan semakin menghangat. Tim Sukses SBY-Boediono mulai menyerang konsep ekonomi kerakyatan yang diusung pasangan Megawati-Prabowo, dan kemampuan Prabowo secara personal.
Menanggapi hal ini, Sekretaris I Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo, Hasto Kristianto, balik mengatakan bahwa timnya juga tak paham dengan konsep ekonomi yang dibawa pasangan SBY-Boediono. "Memang ada kontradiksi dalam konteks paradigma. Kami juga tidak paham dengan tim ekonomi SBY. Misalnya tentang UU Penanaman Modal Asing yang menyebutkan tanah sebagai fasilitas penanaman modal yang bisa dibayar di mukas untuk 90 tahun," ujar Hasto, di Jakarta, Senin (25/5).
Tim SBY-Boediono memandang, Prabowo tidak punya kapasitas untuk berbicara tentang ekonomi kerakyatan. Menurut Hasto, saling menyerang dalam sebuah pertarungan merupakan hal yang biasa. "Jadi, sebenarnya memang sama-sama saling enggak paham. Bagi kami, konsep ekonomi kerakyatan adalah rakyat yang berdaulat secara ekonomi," kata Hasto.
Secara terpisah, peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi mengatakan, mulai maraknya saling serang antartim sukses pasangan, membuktikan Pilpres 2009 telah diwarnai oleh metode attacking (saling serang).
"Metode attacking bukanlah black campaign. Ini malah menguntungkan publik karena akan banyak cerita di 'bawah bantal' yang akan tersembul ke permukaan," ujar Burhanuddin.
Kendati demikian, metode saling serang, menurutnya, harus diikuti dengan bukti yang kuat. "Di atas segalanya, attacking method memungkinkan kita untuk mengenal rekam jejak capres-cawapres. Di negara barat, metode ini disebut negative campaign yang fokus pada kelemahan lawan," jelasnya. (sihc/skoc)
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih