coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Kamis, 28 Mei 2009

Tim Mega-Pro: Kami juga Tidak Paham Konsep Ekonomi SBY

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Pertarungan antarkubu pasangan capres dan cawapres tampaknya akan semakin menghangat. Tim Sukses SBY-Boediono mulai menyerang konsep ekonomi kerakyatan yang diusung pasangan Megawati-Prabowo, dan kemampuan Prabowo secara personal.

Menanggapi hal ini, Sekretaris I Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo, Hasto Kristianto, balik mengatakan bahwa timnya juga tak paham dengan konsep ekonomi yang dibawa pasangan SBY-Boediono. "Memang ada kontradiksi dalam konteks paradigma. Kami juga tidak paham dengan tim ekonomi SBY. Misalnya tentang UU Penanaman Modal Asing yang menyebutkan tanah sebagai fasilitas penanaman modal yang bisa dibayar di mukas untuk 90 tahun," ujar Hasto, di Jakarta, Senin (25/5).

Tim SBY-Boediono memandang, Prabowo tidak punya kapasitas untuk berbicara tentang ekonomi kerakyatan. Menurut Hasto, saling menyerang dalam sebuah pertarungan merupakan hal yang biasa. "Jadi, sebenarnya memang sama-sama saling enggak paham. Bagi kami, konsep ekonomi kerakyatan adalah rakyat yang berdaulat secara ekonomi," kata Hasto.

Secara terpisah, peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi mengatakan, mulai maraknya saling serang antartim sukses pasangan, membuktikan Pilpres 2009 telah diwarnai oleh metode attacking (saling serang).

"Metode attacking bukanlah black campaign. Ini malah menguntungkan publik karena akan banyak cerita di 'bawah bantal' yang akan tersembul ke permukaan," ujar Burhanuddin.

Kendati demikian, metode saling serang, menurutnya, harus diikuti dengan bukti yang kuat. "Di atas segalanya, attacking method memungkinkan kita untuk mengenal rekam jejak capres-cawapres. Di negara barat, metode ini disebut negative campaign yang fokus pada kelemahan lawan," jelasnya. (sihc/skoc)
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda