-JAKARTA - Puluhan purnawirawan perwira tinggi memberikan dukungan kepada pasangan capres M Jusuf Kalla (JK)-Wiranto. "Kami kenapa mendukung pak JK? Karena beliau sangat memperhatikan TNI," kata mantan Wakasad Letjen (Purn) Sumarsono usai bertemu Jusuf Kalla di Posko Slipi 2 Jakarta, Senin petang.
Puluhan purnawirawan tersebuti bertemu JK untuk memberikan dukungan dan tergabung dari Tim Garuda -- barisan pendukung JK-Wiranto.
Para purnawirawan Pati TNI tersebut antara lain mantan KSAL Laksamana (Purn) Bernard Kent Sondakh, mantan Dan POM TNI Mayjen TNI (Purn) Djasri Marin, mantan Pangarmatim Laksda TNI (Purn) Sosialisman, mantan Irjen Dephan Marsda TNI (Purn) PLD Wattimena, serta mantan Dansesko TNI dan Irjen TNI Marsekal Madya TNI (Purn) M Basri Sidehabi.
Selain itu, dalam tim Garuda terdapat tim penasihat yang antara lain terdiri atas Jenderal TNI (Purn) Fahrul Rozi, mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Chaeruddin, mantan KASAD Jenderal TNI (Purn) Soebagyo HS, mantan Kasum Letjen (Purn) Suaedy Marasabesi, mantan Sekjen Golkar Letjen TNI (Purn) Ary Mardjono, dan mantan Ketua Fraksi TNI-Polri DPR-RI Laksdya TNI (Purn) Abu Hartono.
Menurut Sumarsono, ketika masih menjabat sebagai Menko Kesra, Jusuf Kalla dengan serius memperhatikan soal anggaran TNI. Dan sekaligus juga memperjuangkannya.
"Ini beliau Menko Kesra bukan Menko Polkam, tapi malah sangat serius memperhatikan anggaran TNI," kata Sumarsono.
Sementara mantan KSAL Bernard Kent Sondakh merasa pas dengan langkah JK yang mengutamakan kemandirian bangsa.
Kent menjelaskan di saat menjabat sebagai KSAL, ia telah memulai pembikinan perahu untuk keperluan TNI AL dari dalam negeri.
"Pak JK juga sangat mengutamakan NKRI, nasionalis sejati," kata Kent.
Sementara itu, Jusuf Kalla mengatakan bahwa untuk memenuhi anggaran TNI harus didasarkan atas kemampuan ekonomi.
"Namun, yang lebih penting kemauan politik," kata Jusuf Kalla.
Kalla mencontohkan bagaimana saat KSAL Laksamana Benard Kent Sondakh memulai membuat perahu dalam negeri.
"Sulit memang tetapi risiko itu harus diambil. Namanya juga pemimpin harus berani ambil risiko, kalau tak mau ambil risiko jangan jadi pemimpin," kata Kalla.
Dalam kesempatan itu Kalla juga mengucapkan terima kasih atas dukungan para Pati TNI. (sihc/saci) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih