coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Kamis, 28 Mei 2009

Puluhan Purnawirawan Jenderal Dukung JK-Wiranto

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Puluhan purnawirawan perwira tinggi memberikan dukungan kepada pasangan capres M Jusuf Kalla (JK)-Wiranto. "Kami kenapa mendukung pak JK? Karena beliau sangat memperhatikan TNI," kata mantan Wakasad Letjen (Purn) Sumarsono usai bertemu Jusuf Kalla di Posko Slipi 2 Jakarta, Senin petang.

Puluhan purnawirawan tersebuti bertemu JK untuk memberikan dukungan dan tergabung dari Tim Garuda -- barisan pendukung JK-Wiranto.

Para purnawirawan Pati TNI tersebut antara lain mantan KSAL Laksamana (Purn) Bernard Kent Sondakh, mantan Dan POM TNI Mayjen TNI (Purn) Djasri Marin, mantan Pangarmatim Laksda TNI (Purn) Sosialisman, mantan Irjen Dephan Marsda TNI (Purn) PLD Wattimena, serta mantan Dansesko TNI dan Irjen TNI Marsekal Madya TNI (Purn) M Basri Sidehabi.

Selain itu, dalam tim Garuda terdapat tim penasihat yang antara lain terdiri atas Jenderal TNI (Purn) Fahrul Rozi, mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Chaeruddin, mantan KASAD Jenderal TNI (Purn) Soebagyo HS, mantan Kasum Letjen (Purn) Suaedy Marasabesi, mantan Sekjen Golkar Letjen TNI (Purn) Ary Mardjono, dan mantan Ketua Fraksi TNI-Polri DPR-RI Laksdya TNI (Purn) Abu Hartono.

Menurut Sumarsono, ketika masih menjabat sebagai Menko Kesra, Jusuf Kalla dengan serius memperhatikan soal anggaran TNI. Dan sekaligus juga memperjuangkannya.

"Ini beliau Menko Kesra bukan Menko Polkam, tapi malah sangat serius memperhatikan anggaran TNI," kata Sumarsono.

Sementara mantan KSAL Bernard Kent Sondakh merasa pas dengan langkah JK yang mengutamakan kemandirian bangsa.

Kent menjelaskan di saat menjabat sebagai KSAL, ia telah memulai pembikinan perahu untuk keperluan TNI AL dari dalam negeri.

"Pak JK juga sangat mengutamakan NKRI, nasionalis sejati," kata Kent.

Sementara itu, Jusuf Kalla mengatakan bahwa untuk memenuhi anggaran TNI harus didasarkan atas kemampuan ekonomi.

"Namun, yang lebih penting kemauan politik," kata Jusuf Kalla.

Kalla mencontohkan bagaimana saat KSAL Laksamana Benard Kent Sondakh memulai membuat perahu dalam negeri.

"Sulit memang tetapi risiko itu harus diambil. Namanya juga pemimpin harus berani ambil risiko, kalau tak mau ambil risiko jangan jadi pemimpin," kata Kalla.

Dalam kesempatan itu Kalla juga mengucapkan terima kasih atas dukungan para Pati TNI. (sihc/saci) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda