-BANDUNG - Kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara puncak Hari Pendidikan Nasional di Sasana Budaya Ganesa Bandung, Jawa Barat, diwarnai demo menentang penerapan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan. "Ini yang menyebabkan kuliah mahal," ujar Arik, koordianator aksi. Selasa, (26/5).
Para pengunjuk rasa menilai adanya Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan membuat masyarakat miskit tidak bisa mendapat pendidikan di Perguruan Tinggi yang murah. "Adanya BHP sebagai upaya komersialisasi pendidikan dan ini membuat akses yang sempit," ungkap Arik.
Para mahasiswa mendesak Pemerintah untuk mencabut Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan secepatnya. Dan mengratiskan sekolah untuk semua tingkatan mulai SD sampai SMA.
Selain mengusung isu pendidikan, mahasiswa dari Front Perjuangan Mahasiswa yang tergabung dari beberapa organisasi mahasiswa ini juga mengkritik kepemimpinan Yudhoyono-Jusuf Kalla yang dianggap mahasiswa sangat pro-asing. "Jelas sekali kebijakan SBY-JK sangat pro amerika, pendidikan dikelola dengan sistim perusahaan ini mengakibatkan rakyat tidak mampu membayar sekolah," tegas dia.
Ratusan polisi dan aparat TNI mengamankan acara puncak hari pendidikan nasional yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu ruas jalan menuju Sasana Budaya Ganesa dari arah Jalan Tamansari bawah ditutup sementara. (sihc/stic) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih