-JAKARTA — Juru bicara Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, Poempida Hidayatulloh, menyarankan Ketua DPP Golkar Bidang Hukum dan HAM Muladi untuk mundur dari jabatan fungsionaris partai jika terus melontarkan desakan kepada Jusuf Kalla untuk mundur dari kursi Ketua Umum.
Akhir-akhir ini Muladi memang kerap mendesak JK untuk mundur. "Sebaiknya mereka sajalah yang mempertimbangkan keberadaannya di Partai Golkar," tutur Poempida dalam pesan singkatnya kepada sejumlah media, Selasa (2p6/5). Menurut Poempida, desakan dari para elite Partai Golkar yang meminta JK mundur dari kursi ketua umum adalah tidak masuk akal dan dapat mengganggu konsentrasi pemenangan JK-Win dalam tahapan Pemilu Presiden 2009.
Bahkan, Poempida merasa aneh karena desakan tersebut datang dari seorang yang adalah seorang pakar hukum. Poempida menuturkan, dalam menjalankan kehidupan berpartai, JK selalu berpatokan pada aturan internal partai yang berlaku sehingga desakan untuk mempercepat munas ataupun munas luar biasa bukanlah sesuatu yang relevan.
"JK mendapatkan mandat penuh untuk pencapresan dan koalisi pun melalui satu proses politik yang sah dan legal. Tidak bisa lagi dipertanyakan atau bahkan dianulir kesahihannya," kata Poempida.
Poempida juga menilai, para elite Golkar yang menentang keputusan partai ini sebagai pihak yang oportunis. Poempida melihat indikasi bahwa elite Partai Golkar ini sudah keburu kesengsem dengan janji-janji dari pihak lain. (sihc/skoc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih