-JAKARTA — Para kandidat pasangan capres dan cawapres seharusnya mulai mengumumkan formasi kabinet bayangan sebagai gambaran komposisi kabinet yang akan dibentuk jika menjadi presiden dan wakil presiden terpilih. Pengamat politik Bima Arya Sugiarto mengatakan, dengan memunculkan kabinet bayangan, publik bisa menilai bagaimana arah kebijakan pemerintahan yang akan dijalankan.
"Saya sepakat bahwa masing-masing pasangan harus memberikan sinyal, gambaran arah pemerintahannya seperti apa, melalui kabinet bayangan. Secara realitas politik, tidak mungkin membentuk (kabinet) yang sebenarnya karena akan bunuh diri secara politik," ujar Bima, Senin (25/5) di Jakarta. Meskipun belum pasti, kabinet bayangan harus menempatkan nama-nama yang akan menjadi kandidat mengisi posisi menteri.
Meski kabinet bayangan sudah terbentuk, ia tidak yakin SBY sudah bagi-bagi kursi. Ini menanggapi semakin merebaknya pernyataan partai-partai koalisi pendukung Demokrat yang mengatakan sudah mendapatkan jatah kursi menteri. SBY, menurutnya, tidak akan gegabah membagi-bagi kursi di saat pilpres belum diketahui berlangsung satu atau dua putaran.
"Saya ragu apa SBY sudah bagi-bagi kursi kabinet, karena SBY tentunya mengantisipasi pilpres dua putaran di mana ada partai-partai baru yang akan bergabung dan tentunya juga dapat kursi," kata Bima. Pembagian kursi menteri, dikatakan Bima, hak presiden sepenuhnya tanpa harus dirongrong oleh partai politik yang mendukungnya. (sihc/skoc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih