-TUBAN - Ketua Dewan Penasehat DPP Partai Golkar, Surya Paloh, memberikan dukungan moral terhadap langkah Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk menjadi calon presiden (capres) pada pemilihan presiden 2009 mendatang.
"Majunya Sri Sultan sebagai capres sebagai bagian dari keinginan untuk memberikan darma baktinya secara lebih optimal kepada bangsa. Adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi Partai Golkar dan kami mendukung langkah tersebut," kata Surya Paloh di Tuban, Minggu (23/11), ketika meresmikan Kantor DPD Partai Golkar setempat di Jalan Basuki Rahmat.
Menjawab pertanyaan tentang rumor adanya perpecahan di tubuh Partai Golkar menyusul pencalonan Sultan sebagai capres, Surya Paloh membantah hal tersebut dan menegaskan bahwa Partai Golkar masih solid. Dengan munculnya Sri Sultan ke permukaan dan secara terbuka menyampaikan niatnya maju sebagai capres, menurut Paloh, sebagai bukti Partai Golkar masih solid.
"Semua itu tidak menjadi masalah. Karena Partai Golkar telah memiliki jam terbang dalam perjalanannya, sehingga lebih mengenal kader-kadernya lebih dekat," tutur Surya Paloh. Dijelaskan Paloh, pemahaman masing-masing personel di tubuh Partai Golkar, dinilainya mempunyai seni tersendiri dalam memberikan darma baktinya dalam berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itulah, tampilnya Sri Sultan tidak menimbulkan masalah dan menjadi kebanggaan bahwa kader-kader Golkar tampil sebagai calon pemimpin yang diperhitungkan. Secara resmi memang Sultan belum menjadi capres yang diputuskan Partai Gollar.
Pencalonan presiden dan wakil presiden dari Partai Golkar secara resmi akan diputuskan setelah hasil pemilu legislatif pada 9 April 2009 mendatang. Kemungkinan Partai Golkar akan memberikan restu pada Sultan, kata Paloh, masih terbuka.
"Mekanismenya bukan konvensi, tapi serupa dengan hal tersebut," ujar Surya Paloh. Meski tidak melalui konvensi, menurut Surya Paloh, metode yang digunakan dalam masalah penetapan capres dan cawapres ini, serupa lantaran akan melihat hasil dukungan masyarakat berdasarkan hasil survei terkait kualitas dan kapabilitas calon. (sihc/skoc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih