-JAKARTA - Aspirasi dari internal Partai Golkar untuk berani mengajukan calon presiden (capres) sendiri pada Pilpres 2009 mendatang semakin kuat. Menurut mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung, Jusuf Kalla (JK) yang saat ini menjabat sebagai wakil presiden sekaligus Ketua Umum Golkar layak menjadi capres.
"Saya kira layak beliau untuk jadi capres," ujar Akbar saat ditemui usai acara Baiat Nasional Caleg dan Peringatan Hari Lahir Ke-2 PKNU di Tenis Indoor, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (23/11/2008).
Menurut Akbar, mekanisme penentuan capres dari Partai Golkar tersebut harus dilakukan melalui rekruitmen yang terbuka.
"Sebagai parpol yang terbuka dan demokratis, Partai Golkar tentu harus membuka peluang kepada capres yang lain seperti waktu Rapimnas. Misalnya, disebut-sebut nama Pak Sultan, dan yang lain juga disebut. Itu tidak mengada-ada," lanjut mantan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.
Hingga saat ini, belum ada kepastian dari Partai Golkar apakah akan mengajukan capres sendiri pada Pilpres 2009 mendatang atau tidak. Spekulasi yang beredar, JK masih ingin mempertahankan duet SBY-JK pada periode mendatang. Namun muncul aspirasi dari internal Golkar, baik dari daerah maupun dari para sesepuh, agar Golkar mengajukan capres sendiri dan tidak hanya terpancang pada cawapres.
Tunggu Rekrutmen
Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung masih belum dapat menyatakan sikap akan maju sebagai capres atau tidak. Akbar mengaku masih menunggu mekanisme Partai Golkar dalam rekrutmen capres.
"Jadi saat ini saya masih belum bisa memberikan jawaban," ujar Akbar seusai Baiat Nasional Caleg Peringatan Hari Lahir Ke-2 PKNU, di Tenis Indoor Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (23/11/2008).
Menurut Akbar, pada saat rapimnas yang lalu, di daerah-daerah telah menyebut beberapa nama untuk menjadi capres.
"Kemudian dikatakan oleh Pak JK, penetapan capres itu ditetapkan bulan April 2009 setelah pemilu legislatif," katanya.
Selain itu, Akbar juga menyatakan, akan mengapresiasi dan menghormati bila ada partai di luar Golkar yang mengusung dirinya untuk maju sebagai capres, .
"Bahwa nanti ada partai lain, tentu saya akan hormati dan hargai," imbuhnya.
Namun Akbar membantah, saat disinggung apakah PKNU akan mengusung dirinya menjadi capres. Ia mengaku hanya diundang sebagai tokoh nasional.
"Saya diundang untuk hadir sebagai tokoh nasional. Kalau saya tidak diundang saya tidak akan datang," tandas Akbar. (sihc/sdtc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih