coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Jumat, 26 Juni 2009

Seniman Kecewa Iklan Capres Mirip Iklan Mie Instan

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Seniman dan mengaku simpatisan Partai Demokrat, Agoes Jolly, mengaku kecewa dengan iklan televisi calon presiden (capres) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinyanyikan mirip debfab lirik lagu iklan salah satu produk mie instan.


"Saya kecewa sekali dengan iklan capres kita yang menggunakan lagu `indomie`," katanya di Jakarta, Senin.

Iklan capres "SBY Presidenku" yang dinyanyikan oleh Indonesia Idol, Mike Mohede, memang mirip dengan iklan mie instan produksi salah satu perusahaan besar Indonesia ini dengan hanya mengubah lirik lagu pada iklan itu.

Pada pameran 52 karya seni rupa menyambut ulang tahun Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke-40 di Gedung Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki (TIM) itu, Agoes meminta penayangan iklan capres itu dihentikan.

Sebagai gantinya, iklan itu diganti dengan lirik lagu-lagu mengandung jiwa nasionalisme atau patriotisme, karena sebagai bangsa yang besar tidak pantas iklan capres dikaitkan dengan suatu produk.

Seniman yang mengawali karir dari seni patung, kemudian merambah ke seni lukis, seni tari dan operet itu juga menyinggung lagu iklan capres mirip produk iklan mie instan itu seharusnya dinyanyikan seniman yang telah dikenal oleh masyarakat luas.

"Pakai lagu garuda Pancasila atau lagu perjuangan lain dengan mengubah lirik dan dinyanyikan artis yang sudah punya nama seperti Titiek Puspa, Idris Sardi atau yang lain. Jangan pakai lagu yang `berbau` kapitalis seperti `indomie`," ujarnya.

Agoes mencontohkan sikapnya saat berkeliling dunia memamerkan karya-karya seni rupa terbaik seperti di Jepang, India, Australia, Belanda, Inggris dan Amerika Serikat selalu membawa simbol kebesaran Indonesia seperti burung garuda dan Pancasila walau tanpa dibiayai pemerintah.

"Meski tidak dibiayai pemerintah dan sering dipandang sebelah mata sejumlah warga di luar negeri, tapi saya bisa sukses menggelar pameran dan bangga sebagai warga Indonesia," katanya. (sihc/saci)
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda