coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Tampilkan postingan dengan label Jusuf Kalla. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jusuf Kalla. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Januari 2016

Ical: Rapimnas Golkar Jembatan Beringin Gabung Pemerintahan Jokowi-JK

* PRESIDENTIAL * Sumber Asli -- Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie, menuturkan, pihaknya akan mempertimbangkan untuk bergabung dengan pemerintahan saat menggelar Rapimnas Partai Golkar.

Jusuf Kalla: Rapimnas Golkar Mengacu Munas Riau, Semua Harus Ikut

* PRESIDENTIAL * Sumber Asli -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kepengurusan Rapat Pimpinan Nasional mengacu pada kepengurusan Partai Golkar sesuai Munas Riau.

Kamis, 08 Mei 2014

Pilpres 2014 > Jokowi-Jusuf Kalla Bak Matahari dan Bulan

* PRESIDENTIAL * Sumber Asli -- Mantan Wakil Presiden (wapres) Jusuf Kalla (JK) dinilai layak untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di pilpres nanti.

JK: Presiden SBY Terkejut Saat Saya Laporkan Century Di-Bailout Rp 2,7 Triliun

* PRESIDENTIAL * Sumber Asli -- Mantan Wapres Jusuf Kalla langsung meneruskan laporan mengenai pemberian bailout Century Rp 2,7 triliun kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sang kepala negara terkejut begitu mendapatkan laporan dari JK.

Sabtu, 03 Mei 2014

Pilpres 2014 > Duet Jokowi-JK Paling Maut!

* PRESIDENTIAL * Sumber Asli -- Direktur Political Institute PolcoMM Institute Heri Budianto mengatakan, berdasarkan riset akseptabilitas yang dilakukan PolcoMM Institute 3 April lalu, memang publik menilai Muhammad Jusuf Kalla (JK) paling pantas berpasangan dengan calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Joko Widodo (Jokowi).

Pilpres 2014 > JK:Cukup Satu Putaran, Jokowi: Setengah Putaran

* PRESIDENTIAL * Sumber Asli --Mantan Wakil Presiden yang juga politisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla berharap  pemilihan presiden (Pilpres) 2014 yang akan digelar 9 Juli mendatang bisa berlangsung dalam satu putaran.

Pilpres 2014 > Bertemu 2 Menit Di Halim, JK Optimistis Jokowi Melenggang Mulus Untuk Menang

* PRESIDENTIAL * Sumber Asli -- Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla optimis capres PDIP Joko Widodo akan melenggang mulus di gelaran Pilpres nanti. Hal itu disampaikan langsung oleh JK di hadapan Jokowi ketika keduanya bertemu di ruang VIP Bandara Halim Perdanakusumah.

Minggu, 13 April 2014

JK, Pendukung Atau Penghambat Jokowi

* PRESIDENTIAL * Sumber Asli -- Nama Jusuf Kalla (71) disorongkan oleh NasDem sebagai kandidat cawapres bagi capres PDIP Jokowi (52). Namun Jokowi disarankan mencari cawapres lebih muda.

Jumat, 11 April 2014

Inilah Cawapres Pilihan Jokowi

* PRESIDENTIAL * Sumber Asli -- PDI Perjuangan sampai saat ini masih mempertimbangkan kriteria-kriteria calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi) maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Jokowi memberikan sedikit bocoran tentang karakter yang harus dimiliki calon wakilnya.

Kamis, 12 September 2013

Jokowi-JK Pasangan Ideal Memenangkan Pilpres 2014

* PRESIDENTIAL * Sumber Asli -- Diantara semua calon presiden yang sudah dikenal masyarakat, Joko Widodo dan Jusuf Kalla dinilai cocok berpeluang untuk berpasangan dan memenangkan Pemilu Presiden 2014 mendatang.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Bursa Capres > JK Akui Jokowi Sangat Populer

* PRESIDENTIAL * Sumber Asli -- Nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terus berada di posisi teratas bursa calon presiden (capres) oleh beberapa lembaga survei. Bahkan, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pun setuju jika disebut Jokowi menjadi salah satu tokoh populer.

Jumat, 09 Agustus 2013

JK siap maju capres bila didukung masyarakat

* PRESIDENTIAL * Sumber Asli -- Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden (capres) bila mendapat dukungan penuh dari masyarakat. "Apabila masyarakat mendorong, pastilah serempak dengan bangsa ini," kata JK di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat (9/8/13).

Jusuf Kalla Siapkan Diri Ikut Bursa Pencalonan Presiden Tahun 2014

* PRESIDENTIAL * Sumber Asli -- Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengaku saat ini sedang mempersiapkan dirinya untuk ikut bersaing dalam bursa pencalonan Presiden pada pemilu 2014 mendatang.
"Begini untuk capres kan ada syarat-syaratnya. Pertama harus mengatur dengan baik, dengan sistem politik kita, sesuaikan. Jadi itu dulu," kata Kalla saat mengelar open house lebaran hjari kedua di kediamannya, Jl. Brawijaya, Jakarta Selatan, Jumat (9/8/2013).

Minggu, 20 September 2009

Orang-orang SBY Hadiri "Open House" di Rumah JK

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA — Lebaran adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan dan kembali menjalin silaturahim yang mungkin saja terganggu selama satu tahun terlewati. Sebelum, selama, hingga sesudah Pemilu Presiden lalu, ketegangan kerap terjadi di antara kubu calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.

Maka, hari Lebaran ini silaturahim kembali dirajut. Meski Presiden SBY tak datang, sejumlah orang dekatnya datang ke acara open house yang diselenggarakan Wakil Presiden Jusuf Kalla di rumah dinasnya, Minggu (20/9) ini.

Tampak di antaranya adalah wapres terpilih Boediono, Ketua Tim Sukses Kampanye SBY yang juga Mensesneg Hatta Rajasa, dan Menpan Taufiq Effendy.

Boediono yang mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna merah keunguan datang bersama istrinya, Herawati. Kedatangannya tentu saja menjadi perhatian semua media yang juga meliput di kediaman JK.

Tak banyak basa-basi di antara keduanya setelah bersalaman karena Boediono dan istrinya segera melangkah ke ruang santap. Tak berlama-lama, Boediono ternyata segera meninggalkan kediaman JK.

Sama seperti Boediono, tak banyak basa-basi silaturahim yang dilakukan Hatta dan Taufiq.

Juga hadir ke rumah JK yang saat ini masih menjabat Wapres itu adalah sejumlah anggota Kabinet Indonesia Bersatu, antara lain Menkominfo M Nuh, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menhub Jusman Safeii Djamal, Menhan Juwono Sudarsono, Menkes Siti Fadilah Supari, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menpora Adhyaksa Dault, dan Menhuk dan HAM Andi Matalatta.

Tampak pula Jaksa Agung Hendarman Supanji, Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Susno Duaji, Ketua MK Mahfud MD, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, dan Ketua DPR Agung Laksono.

Sejumlah petinggi Partai Golkar juga hadir, seperti Ketua Dewan Penasihat Surya Paloh dan mantan Ketum Golkar Akbar Tanjung. (sihc/skoc) ***

Seloroh JK soal Kemenangan Chris John

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA — Soal kemenangan petinju Indonesia Chris John dalam laga kelas bulu WBA atas petinju Rocky Juarez, Minggu (20/9) tadi pagi, di Las Vegas, Amerika Serikat, Wakil Presiden Jusuf Kalla punya selorohan khusus.

Wajahnya berbinar ketika ditanya tanggapannya soal kemenangan Chris John, sehingga menambah kebahagiaannya di wajahnya dalam menyambut Lebaran. "Kemarin kan Ramadhan jadi enggak bisa taruhan," tutur JK dengan senyum khasnya di sela-sela open house di rumah dinasnya.

Selorohannya disambut tawa sejumlah tamu dan juga wartawan. Memang, JK sendiri, dan juga didukung oleh istrinya Mufidah Kalla yang mendampinginya, mengaku tak menonton pertandingan tersebut pagi tadi karena harus mengikuti shalat Id.

Ketika ditanyakan rencana pemberian apresiasi pemerintah atas prestasi Chris John, JK hanya tersenyum kembali. "Ha-ha-ha, belum ada," tutur pria yang dikenal menggemari olahraga ini. (sihc/skoc)
***

Boediono Hadiri "Open House" JK

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Wakil Presiden terpilih Boediono beserta isteri hadir pada open house di kediaman Wakil Presiden M Jusuf Kalla di Jalan Teuku Umar Jakarta, Minggu. "Apa kabar Pak? Sehat?," kata Wapres M Jusuf Kalla saat menyambut kedatangan Wapres terpilih Boediono.

Mendengar sapaan hangat tersebut, Wapres terpilih Boediono sambil tersenyum membalas.

"Baik. Sehat. Bagaimana Pak Jusuf?," kata Boediono.

Dalam pertemuan tersebut tidak ada pembicaraan khusus antara keduanya. Pertemuan antara keduanya hanya berlangsung beberapa menit.

Dalam kesempatan itu Boediono juga didampingi salah satu tim suksenya, M Iksan.

Acara open house terakhir Wapres Jusuf Kalla meski berlangsung sederhana, namun tampak lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam acara kali ini hadir pula para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB).

Tampak hadir, antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Perekonomian Sri Mulyani, Menteri Kehutanan MS Ka`ban, Mensesneg Hatta Radjasa, Menpera Yusuf Asy`ari, Menperin Fahmi Idris, Menkumdang Andi Mattalata, Menkop/UKM Suryadharma Ali dan Menperhubungan Jusman Syafei Jamal. (sihc/saci)
***

Datangi SBY, Gus Dur Dahului JK

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA — Acara open house yang digelar di Istana Negara Jakarta terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri, Minggu (20/9), prosesi bersalaman dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak dimulai oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, tetapi mantan Presiden Abdurrahman Wahid. Bahkan, Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Surya Paloh juga sudah bersalaman dengan Presiden mendahului Ketua Umum Partai Golkar itu.

Gus Dur dan Surya Paloh datang pada pukul 10.00, sedangkan JK tiba pukul 10.15. Sebelumnya, sejak pukul 09.00, Presiden sudah menerima ucapan selamat dari perangkat Istana. Ucapan dari keluarga baru dilakukan besok, Senin (21/9) di kediaman pribadi Presiden di Kompleks Puri Cikeas Bogor. Saat berita ini diturunkan, Wapres tengah menikmati hidangan sebelum kembali ke rumah dinas Wapres di Jalan Diponegoro untuk menggelar acara serupa.

Sementara, meskipun open house di Istana Presiden baru akan dibuka sejak pukul 14.00, sekelompok masyarakat yang terdiri dari kaum tunanetra sudah mendatangi Istana sejak pukul 08.00 pagi tadi.

Asnawi, salah satu tunanetra yang berasal dari Bojong Gede, Bogor, mengaku salah informasi sehingga ia sudah berada di Istana sejak pagi hari. Namun, hal itu tak disesali Asnawi yang tetap berharap dapat bertemu dengan Presiden. Kedatangan mereka dipandu oleh sejumlah staf Istana yang memang sudah dipersiapkan. Kelompok tunanetra ini kemudian menunggu di emperan parkir sepeda motor yang terletak di sebelah barat Gedung Sekretariat Negara.

Di luar gedung Istana Negara, sejumlah pejabat tinggi negara dan para menteri sudah mengantre untuk bersalaman dengan Presiden. (sihc/skoc)
***

Kalla Berlebaran dengan Makan Bersama Keluarga

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA -Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut kerabat dan sanak saudara di rumah dinas di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Keluarga besar Kalla makan bersama usai salat Ied untuk merayakan Idul Fitri.

"Ayo makan, makan," kata Jusuf Kalla sambil menyambut tamu-tamunya, Minggu (20/9).

Selain anak dan cucu Kalla, sejumlah kerabat hadir di kediaman Kalla. Hakim Kalla dan Aksa Mahmud datang bersama keluarga besar. Staf Kantor Wakil Presiden pun hadir dalam acara keluarga itu. Kalla menerima para tamu di ruang tengah.

Usai bersalaman, para tamu mengambil makanan yang tersedia di meja makan. Kalla dan Mufidah, istrinya, tak ikut makan karena menyambut para tamu. Bahkan, tamu-tamu dan sejumlah wartawan meminta Kalla dan istri berfoto bersama. (sihc/stic) ***

SBY dan JK Hadiri Shalat Id di Masjid Istiqlal

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA — Shalat Id dalam rangka merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1430 Hijriah di Masjid Istiqlal akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi oleh Ny Ani Yudhoyono. Selain itu, shalat yang akan dimulai jam 07.00 ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Ny Mufidah Jusuf Kalla. Ada juga para menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu, para duta besar dan perwakilan dari negara sahabat, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan jemaat yang jumlahnya tidak kurang dari 100.000 orang.

Menurut pantauan Kompas.com, kedua tempat untuk R-1 dan R-2 telah disiapkan di baris paling depan, di dekat Drs H Hasanudin Sinaga, imam Masjid Istiqlal yang akan memimpin shalat. Tempat mereka ditandai dengan 2 sajadah berwarna coklat terang.

Dalam shalat ini yang akan bertindak sebagai khatib adalah Prof Dr H Mohammad Ali. Khatib yang juga Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam Departemen Agama itu akan membawakan khotbah dengan tema "Ibadah shaum (puasa) dalam Mendidik Setiap Muslim agar menjadi Rahmatan Lilalamin (Rahmat bagi seluruh alam semesta)."

Adapun sampai saat ini para jemaah terus berdatangan dan memenuhi masjid yang berseberangan dengan Gereja Katedral itu. Sebelum masuk, mereka beserta barang bawaan diperiksa dengan alat pendeteksi logam oleh para petugas pengamanan presiden yang memakai baju batik coklat.

Lebih lanjut, membeludaknya jemaah di masjid ini membuat sebagian jalan dipakai untuk parkir jemaah. Tampak parkiran dadakan di Jalan Wijaya Kusuma di sebelah timur dan utara masjid, lalu Jalan Perwira dapan kantor Pertamina di sebelah selatan.

Sementara untuk parkir R-1 dan R-2 beserta para tamu negara berada di dalam kompleks masjid sebelah barat. (sihc/skoc) ***

Sabtu, 19 September 2009

JK dan Gusti Allah "Ora Sare"

* PRESIDENTIAL *
-Oleh Andi Suruji

Tuhan tidak tidur. Bahkan, Dia tidak akan tidur. Dengan kemahakuasaan-Nya, Dia-lah yang mengatur dunia dan segala isinya, serta perputaran sistem tata kehidupan manusia. Karena ketidaktidurannya itulah Sang Khalik mengetahui pasti dan sangat detail apa saja yang telah dan akan terjadi.

Ini bukanlah cuplikan renungan puasa bulan Ramadhan. Bukan pula khotbah Idul Fitri. Ini hanya terinspirasi dari sebuah judul berita di harian ini tempo hari, ”JK: Gusti Allah ’Ora Sare’”.

Pernyataan ora sare (bahasa Jawa) Wakil Presiden itu menyentak. Selama ini, Jusuf Kalla (JK) tak pernah terdengar mengutip ungkapan Bugis walaupun ia seorang Bugis. Padahal, orang Bugis juga memiliki banyak ungkapan perumpamaan bernilai tinggi, sebagaimana bahasa Jawa, Melayu, Sunda, Batak, dan bahasa lainnya.

Ketika JK mengungkapkan sesuatu dengan bahasa ”orang lain”, bukan berarti JK sudah kehilangan jati dirinya sebagai orang Bugis, ”manusia sabrang” istilah Syafii Maarif bagi JK. Jangan pula salah! Seberapa pun kadarnya, ”kejawaan” setidaknya ada juga dalam kehidupan JK. Dua menantunya orang Jawa. Istrinya adalah orang Minang. Tidak heran jika banyak orang mencap JK sebagai nasionalis tulen.

Boleh jadi, ora sare-nya JK bermakna lain, untuk menegaskan apa yang ada di benaknya, yang tidak bisa tergambarkan dan dipahami kebanyakan orang jika diungkapkan dengan bahasa lain, seperti bahasa Indonesia, apalagi bahasa Bugis.

Biarlah JK sendiri yang merasakan makna ungkapan Jawa itu dari lubuk hatinya yang paling dalam. Pembaca pun tak dilarang menafsirkan lebih jauh, lebih luas, dan lebih dalam makna di balik pernyataan JK tersebut. Apakah itu sekadar lucu-lucuan menjelang buka puasa, gurauan di antara pidato resmi, letupan kekecewaan, atau kekesalan.

Kalau pembaca tak keberatan, saya hanya coba menangkap yang dirasakan maupun yang disimpan rapat dalam hati JK sehingga lahir ucapan itu.

Pertama-tama, ungkapan itu diucapkan di hadapan tim sukses dan pendukungnya yang telah bekerja keras siang dan malam. Mereka memang sering tidak tidur, ora sare, untuk memenangkan pasangan JK-Wiranto dalam pemilu presiden dan wakil presiden pada 8 Juli 2009.

Seperti ungkapannya, dan saya saksikan sendiri karena beberapa kali bertemu di rumah jabatan selama masa kampanye pilpres, JK pun kadang memang seperti ora sare, tidak tidur. Sampai larut malam, bahkan dini hari, JK belum tidur dan terus menerima kedatangan tamu yang mengalirkan pernyataan kelompoknya mendukung penuh.

Kadang hingga dini hari, JK belum juga istirahat karena masih harus rapat, menyusun strategi, dan menghitung kekurangan dan kekuatan secara cermat. Padahal, pagi buta ia dan timnya masih harus berangkat lagi ke penjuru Nusantara yang dicita- citakannya senantiasa menyatu dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak tercabik-cabik konflik akibat ketidakadilan. Harmonis dalam taraf kesejahteraan rakyatnya. Berdiri sama tegak dengan bangsa-bangsa lain di muka bumi ini.

Betapa lelah JK memperjuangkan misinya yang mulia dan terhormat itu. Bukan ambisi kekuasaannya, apalagi keserakahannya mengejar takhta dan harta. ”Eeh kalian harus tahu. Saya, walaupun tidak duduk di sini, di mana pun saya kelak, kalau bisa berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara ini, itu sudah sangat membahagiakan saya,” kata JK dalam suatu perbincangan di ruang kerjanya.

Ia sudah cukup kaya raya untuk hidup tenang pada masa tua. Selama 40 tahun lebih jadi pengusaha, sudah cukuplah uangnya untuk membiayai kegiatan apa saja yang hendak dilakukannya. ”Kita jalan-jalan saja, tanpa protokol, tanpa ajudan, dan pengawal serta pengamanan,” katanya kepada saya dalam suatu percakapan tengah malam di rumah jabatan ketika perhitungan perolehan suara JK dan rivalnya makin timpang. ”Baik, Pak. Nanti saya jadi ajudan Bapak,” kata saya, dan dia tertawa lebar.

Kubu JK-Wiranto bukan tak berduka. Mereka kalah telak. Sangat jauh melenceng dari kalkulasi semula. Tetapi JK tak larut dalam kesedihan berkepanjangan. Seorang putrinya menyatakan, ”Kami semua bersedih. Tetapi kami malu sama Bapak (JK) karena dia tidak pernah bersedih, selalu menampakkan ketegarannya menghadapi kenyataan ini.”

”Kita semua sudah bekerja keras. Allah yang Mahatahu. Allah yang mengatur dan menentukan semua ini,” kata JK.

JK memang ora sare. Tidurnya yang banyak justru ketika dalam penerbangan. Gusti Allah juga ora sare. Dia bersama JK, setiap saat, dalam penerbangan dan cuaca yang sangat buruk dan menakutkan sekalipun. Hasil kerja keras JK tidak sesuai harapannya. Dia terima semua itu sebagai takdir. Dia telah berjuang dan berupaya keras untuk menjemput takdirnya.

Sejauh yang teramati secara cermat, baru dalam pemilu kali ini terjadi semua ormas Islam bersatu padu mendukung satu orang, yakni JK. Namun, seperti dikatakan banyak orang, seolah ada pula tangan jahat turut campur sehingga hasilnya sangat mencengangkan. Ada yang mengatakan, perolehan suara JK-Wiranto tidak masuk akal. Ada pengkhianatan dan kecurangan.

Namun, biarlah, Gusti Allah pasti ora sare.

Kita berharap, dengan segala pengalaman bisnisnya, memimpin Golkar dan menjadi wakil presiden yang dinamis, penuh terobosan, nyaris tak tidur untuk bekerja keras dan tulus, tetap ora sare mengoreksi hal-hal yang salah, curang, dan berbagai ketidakadilan lainnya di negeri ini. (sihc/skoc) ***

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda