coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Jumat, 26 Juni 2009

Megawati: Babinsa, Intel, Koramil Jangan Tekan Rakyat

* PRESIDENTIAL *
-BANYUMAS — Calon presiden Megawati Soekarnoputri kembali mengingatkan para aparat, kepolisan, TNI maupun para intel untuk tidak memprovokasi rakyat. Mega menyerukan kepada pendukungnya untuk tidak takut saat masuk ke tempat pemungutan suara, 8 Juli nanti

"Hey, saya katakan di mana-mana dalam setiap kampanye saya. Babinsa, Koramil, intel dan yang sekarang pun ada di sini, jangan kalian tekan rakyat Indonesia. Kalian juga bagian dari rakyat Indonesia," kata Mega dalam orasi politiknya di pinggir Sungai Serayu, Banyumas, Jawa Tengah, Senin (22/6).

"Kalian makan yang saya makan, meminta uang dari mereka (rakyat). Jadi, jangan sekali-kali ditekan. Kalau kejadian itu terulang lagi, sama saja seperti rezim Orde Baru," tandasnya.

Megawati kemudian berusaha menarik simpati massanya yang datang memenuhi depan panggung maupun di pinggir Sungai Serayu yang asyik mendengarkan pidatonya, meski terik panas matahari begitu menyengat. Dalam kampanyenya kali ini, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo serta beberapa petinggi PDI Perjuangan termasuk Ketua Umum DPP Gerindra Suhardi juga hadir.

"Ya kalau udah kaya gitu la piye ya? La kepriben? Bayangkan saja, masak satu orang ditakuti sekian orang, aneh saya," ujar Megawati yang disambut tawa massa yang hadir.

Pada kenyataannya sekarang, sambung Mega, memang seperti itu. "Hey tentara, hey polisi, kalian juga orang Indonesia. Kalian makan dari sumber Tanah Air kita. Jadi, jangan sekali-kali rakyat ditekan oleh kalian. Ada yang ingin berkuasa, tapi kekuasannya itu bukan dilakukan untuk kepentingan orang banyak," sindir Megawati.

Sindiran Megawati kepada salah satu pesaingnya makin "menukik". Dia mengatakan, kekuasannya itu hanya bagi dirinya dan sekelompok orangnya saja. Tegas diungkapkan lagi, cara-cara seperti itu tak akan pernah ia setujui.

"Saya menginginkan negara ini demokratis. Rakyatnya dapat pergi berbondong-bondong ke TPS (tempat pemungutan suara) dengan suka cita, menentukan hak pilihnya seratus persen. Dan saya yakin, mereka akan memilih Ibu Mega nomor 1 dan Pak Prabowo. Dengan demikian, dia tak akan menjalankan kepemimpinan untuk masa yang akan datang," sindir Megawati yang kembali disambut riuh massa pada kampanye terbuka pertama di Provinsi Jawa Tengah ini. (sihc/skoc)
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda