-YOGYAKARTA - "Mata saya ini jelalatan kalau lihat buku." Begitu kata Megawati Soekarnoputri sesaat setelah tiba di tempat penjualan buku Komplek Taman Pintar, Yogyakarta, Rabu (24/6) pagi. Ditemani mantan Memperindag, Rini Sumarno, Megawati menyusuri satu persatu kios-kios buku di kompleks penjualan buku berlantai dua itu.
"Monggo, Bu," kata Parjono dengan senyum sambil menyalami Megawati di depan kiosnya.
Mega langsung menjabat erat tangan Parjono dan langsung melihat-lihat buku yang dijual pedagang itu. Tatapan mata Megawati terlihat serius begitu melihat buku tentang ayahnya, Bung Karno. Beberapa buku Bung Karno yang sempat dilihat di antaranya, Membongkar Manipulasi Sejarah, termasuk juga buku biografi Bung Karno.
Tak hanya buku Bung Karno, dua buah buku karya Pramoedya Ananta Toer berjudul Jejak Langkah dan Rumah Kaca sempat memikat mata Megawati untuk sekadar melihat-lihat.
Mega kemudian melanjutkan "perburuan" ke toko buku milik Heri. Di tempat ini, Mega banyak memborong buku. Beberapa buku cerita legenda anak-anak, versi dua bahasa, Indonesia dan Inggris, ternyata memikat Megawati. Satu persatu buku bacaan anak-anak itu kemudian diborong Megawati.
"Ceritanya bagus, cerita rakyat, apalagi ada dua bahasa. Ini bacaan bagus buat cucu saya nanti," kata Mega.
Satu persatu buku dongeng anak-anak kemudian dibeli Megawati. Berbagai buku cerita bacaan anak-anak yang dibeli kebanyakan buku dongeng legenda yang termahsyur dari beberapa daerah di Indonesia.
Alhasil, terlihat sudah setumpuk buku dongeng yang diborong Megawati. Heri, sang penjual buku, kemudian menghitung buku-buku dongeng yang diborong Mega. "Ini sudah didiskon Bu Mega, semuanya jadi Rp 451.000," kata Heri.
"Oh iya, terima kasih ya," jawab Mega yang terlihat agak berkeringat. Selain berburu buku bacaan, Megawati juga asyik meladeni sapaan, baik dari para penjual buku, maupun pengunjung toko buku di Komplek Taman Pintar ini.
"Wah, banyak ya Bu mborong bukunya. Buat cucu ya, Bu," kata salah seorang pengunjung yang langsung ditanggapi Megawati. "Iya, ini untuk cucu saya," katanya sambil tersenyum.
Mega kemudian sempat berkomentar kepada para wartawan yang ikut dalam kunjungannya sejak beberapa hari, berkampanye melalui jalur Selatan Jawa sejak Sabtu (20/6). Mega berjanji akan menurunkan pajak buku, termasuk akan mengusahakan kertas untuk buku berasal dari dalam negeri sendiri, tidak impor.
Salah seorang penjual buku kemudian sempat mengeluh kepadanya. Ia bertanya kepada Mega mengenai UU tentang institusi pendidikan yang tidak diperkenankan menjual buku, tetapi pada kenyataannya malah sebaliknya.
"Ini memang (UU) yang harus ditegakkan. Institusi pendidikan memang tidak boleh menjual buku. Tiap tahun, buku tidak harus berganti sehingga menjadi mahal. Kan bisa dipakai untuk adik-adiknya," kata Megawati. (sihc/skoc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih