-JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Boediono menyatakan optimismenya bahwa Indonesia tidak akan pernah mengalami perpecahan atau disintegrasi.
Keyakinan disampaikan oleh Boediono pada acara debat cawapres yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Selasa [23/06] malam, itu didasari oleh penilaiannya bahwa generasi muda saat ini tidak lagi terpukau pada sifat kedaerahan.
Sebagai seorang dosen, Boediono mengatakan, ia banyak berinteraksi dengan generasi muda Indonesia yang semakin menyatu tanpa lagi terhalang oleh sekat-sekat daerah.
“Generasi muda kita luar biasa, sangat mobile dan tidak terpukau dengan sekat-sekat kesukuan. Saya lihat mereka menyatu, dan tidak perlu khawatir. Saya optimistis dengan mereka, ke depan Indonesia menjadi Indonesia yang satu,” tutur Boediono.
Dalam debat bertajuk “Pembangunan Jati Diri Bangsa” itu, Boediono menyatakan persatuan bangsa juga dapat dipererat dengan cara pembangunan infrastruktur yang menghubungkan berbagai daerah di Indonesia.
Infrastruktur, lanjut dia, akan menjamin kelancaran arus barang, manusia, dan informasi sehingga pembauran antar daerah akan cepat terjadi dan disintegrasi dapat dihindarkan.
Untuk itu, Boediono mengatakan, tidak boleh ada peraturan daerah yang menghambat arus informasi, barang, dan manusia antar wilayah di Indonesia.
Dalam sesi menjawab pertanyaan dari moderator Komaruddin Hidayat, Boediono juga mengemukakan pandangannya tentang peran negara untuk melindungi dan menjamin pemeluk agama dan kepercayaan di Indonesia.
Dalam kehidupan sosial, Boediono mengatakan, memang mungkin terjadi gesekan antara berbagai pemeluk agama dan keyakinan berbeda di Indonesia.
“Dalam hal ini, negara harus mengambil posisi bahwa tidak boleh ada kerugian dari keyakinan yang berlainan. Menjaga keharmonisan adalah tugas negara,” ujarnya.
Negara, lanjut dia, bertanggungjawab memberikan ruang seluas-luasnya bagi pemeluk agama untuk menjalankan keyakinannya serta memberikan perlindungan untuk mereka.
Sedangkan menjawab pertanyaan di bidang pendidikan, Boediono mengatakan harus dilakukan perbaikan sistem pendidikan seiring anggaran pendidikan yang bertambah. Perbaikan akses pendidikan, menurut Boediono, harus dibarengi dengan perbaikan kualitas sistem pengajaran. (sihc/sbsc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih