-MEDAN - Semboyan ‘lebih cepat lebih baik’ yang kerap digembar-gemborkan pasangan Calon Presiden/calon wakil residen Jusuf Kalla-Wiranto, karena bangsa ini telah terlalu jauh tertinggal dari bangsa-bangsa lain.
Kita memang harus lebih cepat mengejar, kita bahkan telah tertinggal jauh dari China, Jepang dan negara Asia lainnya," ujar Calon Presiden Jusuf Kalla saat berdialog dengan lebih seribuan tokoh ulama di Sumut, di Asrama Haji Medan, Rabu [24/06].
Dalam hal ini JK yakin rakyat Indonesia mampu mengejar ketertinggalan itu, hanya keputusan ada di tangan pemimpin kelak. Upaya mengejar ketertinggalan itu juga dikupas dalam forum dialog yang berlangsung selama lebih kurang dua jam yakni pukul 10.00 hingga 12.00 WIb, dimana JK banyak menerima pertanyaan.
Khusus persoalan yang terjadi di Sumut juga diungkap persoalan penggusuran-penggusuran lahan yang kerap dialami masyarakat. Juga mengenai persoalan program neoliberalisme yang juga kerap menjadi persoalan . Bagaimana program tersebut bisa menjadi sistem yang tidak memberikan kesenjangan di masyarakat.
Menurut JK semua persoalan itu bisa teratasi apabila pemerintah bisa lebih cepat mengambil keputusan, tentu akan lebih cepat membela rakyat, ujarnya.
Jk menjelaskan bagaimana pihaknya telah membuat program sertifikasi tanah, seabagai tujuan agar masyarakat memiliki kepastian akan hak-haknya. Begitu juga kejelasan mengenai tata ruang, yang mana hutan lindung, perkebunan maupun pemukiman sehingga nantinya tidak akan terjadi masalah lingkungan, banjir maupun tanah longsor.
Sedangkan berbicara mengenai neoliberalisme, JK juga menegaskan ttetap lebih mementingkan pasar-pasar tradisional karena itu merupakan sumber penghidupan.Kalau di Medan, seperti Pasar Sentral, Pasar Sukaramai, Pasar Petisah, harus tetap terbina,ujar JK yang hadir bersama istrinya Ny Hj Mufidah.
Selain itu, lanjutnya, cara untuk mengatasi kesenjangan dengan lebih mengutamakan pengusaha-pengusaha local. Pemerintah juga akan terus berupaya merealisasi kebutuhan rumah murah untuk rakyat, melalui subsidi pemerintah yang cicilannya murah.Karena itu memang sudah tugas negara,tegasnya.
Berbicara mengenai penegakan hukum, dan vonis tegas untuk para koruptor JK menegaskan pihaknya selaku pimpinan Partai Golkar akan terus mengupayakan percepatan pembahasan UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) melalui fraksi Golkar di DPR RI.
Dengan disahkannya UU tersebut tipikor akan bisa segera bekerja membasmi seluruh koruptor tidak hanya di Jakarta namun seluruh Indonesia," tegas JK.
Pada kunjungannya di Medan, JK juga melakukan kunjungan ke berbagai tempat di antaranya, menghadiri peresmian Pondok Pesantren Darul Ilmi di Jalan Besar Namorambe, Pondok Pesantren Al Kausar Jalan Pelajar Timur, selanjutnya mengunjungi Pasar Tradisional Sukaramai, serta akan melakukan pertemuan dengan para tokoh gereja HKBP Sumatera Utara. (sihc/sbsc)
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih