coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Minggu, 21 Juni 2009

Yudhoyono: Megawati dan Kalla Bukan Musuh

* PRESIDENTIAL *
-MEDAN - Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan dua calon presiden lain
yakni Megawati Soekarnoputri dan Jusuf Kalla bukanlah merupakan musuh baginya dalam
Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009, tapi mereka hanyalah pesaing.


"Ibu Megawati dan pak Jusuf Kalla tidak boleh dianggap sebagai musuh tapi hanya sebagai pesaing," kata Yudhoyono di Medan, Sabtu malam, ketika mengadakan pertemuan dengan para alim ulama dan tokoh masyarakat se-Medan.

Kampanye dialogis ini juga dihadiri ibu negara Ani Yudhoyono serta Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin. Dalam rombongan Yudhoyono juga terdapat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali.

Yudhoyono mengatakan semua capres dan tim suksesnya harus menjauhi tindakan fitnah serta tidak melakukan kampanye yang menjelek-jelekkan pesaingnya atau black campaign.

"Jangan menyerang pesaing lainnya dengan menyebarkan berita atau SMS yang tidak ada kebenarannya," katanya.

Yudhoyono yang dicalonkan Partai Demokrat serta 23 partai lainnya juga mengajak seluruh capres, cawapres, serta tim suksesnya untuk tidak menghalalkan segala cara guna memenangkan Pilpres yang akan diadakan tanggal 8 Juli 2009 nanti.

Menurutnya, kompetisi dalam Pemilu ada batas-batasnya sehingga tidak boleh melanggar etika. Dalam kesempatan itu, Yudhoyono menyebutkan pilpres itu disebut sukses kalau berjalan aman, damai, lancar, tertib, jujur, adil serta rahasia. Oleh karena itu, dia mengingatkan semua capres dan cawapres agar tidak hanya mempersiapkan mental untuk menang tapi juga untuk kalah.

Ia memberi contoh pada tahun 2001, dirinya kalah sebagai calon wakil presiden.

"Saya kalah karena saya salah," kata Yudhoyono kepada ratusan alim ulama serta tokoh masyarakat.

Karena merasa kalah dan salah, maka dirinya kemudian memberikan dukungan kepada wakil presiden terpilih saat itu, Hamzah Haz. Berkaca dari pengalaman ini, ia meminta para ulama dan tokoh masyarakat di seluruh tanah air untuk memberikan petunjuk kepada umatnya untuk mengikuti Pilpres dengan baik. (sihc/saci) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda