coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Jumat, 12 Juni 2009

Wiranto Gelar Kampanye Dialogis di Bali

* PRESIDENTIAL *
-DENPASAR - Calon wakil presiden Wiranto mengawali kampanye nasional dengan melakukan dialog dengan tokoh masyarakat dan kalangan usaha pariwisata di Bali. Kampanye dialogis tersebut bertajuk "Dunia Usaha dan Keamanan" di Sanur, Bali, Kamis (11/6).

Dalam kegiatan itu, Wiranto memaparkan visi dan misinya dalam lima tahun ke depan jika terpilih bersama pasangannya calon presiden Jusuf Kalla dalam Pilpres 8 Juli mendatang. Sebelum memulai kampanye dialogisnya, mantan panglima TNI itu menyampaikan permintaan maaf karena ketidakhadiran pasangannya, kandidat presiden Jusuf Kalla.

Selain itu, Wiranto juga mengatakan pilihannya untuk berkampanye dialogis karena lebih bermanfaat dan efektif bagi masyarakat agar dapat menilai calon pemimpinnya dan segera menjatuhkan pilihannya. "Jika di lapangan terbuka, kadang masyarakat hanya lebih senang mendengarkan dangdutnya daripada pidato yang disampaikan calon pemimpinnya. Makanya, saya lebih baik untuk berdialog," katanya.

Wiranto mengatakan, keputusannya untuk maju dalam pilpres bersama calon presiden Jusuf Kalla lebih didasarkan pada keinginan untuk membawa perubahan lebih baik bagi bangsa dan negara Indonesia. "Pemerintahan yang ada selama ini, telah berupaya dengan keras...telah mampu membuat bangsa ini lebih baik. Namun, pemerintahan yang ada belum mampu membuat bangsa ini menjadi lebih unggul, sejajar dengan negara lain," ujarnya.

Mantan Menteri Koordinator Polhukam itu mengungkapkan, di tingkat ASEAN Indonesia termasuk negara yang tertinggal dan di tingkat internasional Indonesia termasuk dalam negara yang gagal. "Karena itu, perlu ada perubahan. Dan perubahan itu memerlukan "panglima" (pemimpin) baru yang lebih cepat, lebih efektif antara dengan melakukan reformasi birokrasi, melaksanakan demokrasi dengan baik dan lainnya," kata Wiranto. (sihc/skoc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda