coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Jumat, 12 Juni 2009

SBY : Jaga Tali Silaturahmi

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak para peserta Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 untuk selalu menjaga tali silaturahmi.

Menurut Yudhoyono dalam pidato pada deklarasi pilpres damai 2009 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Gedung Bidakara, Jakarta, Rabu malam, seharusnya para calon pemimpin memberi contoh kepada rakyat karena selalu mampu menjaga tali silaturahmi.

Ajakan silaturahmi Yudhoyono itu dilengkapi pula dengan ajakan untuk berkompetisi secara sehat dan beretika dalam semua tahap pelaksanaan Pemilu Presiden 2009. “Saya mengajak juga untuk menjalin silaturahmi di antara kita karena silaturahmi harus tetap jalan meski posisi kita dari periode ke periode berbeda,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Yudhoyono yang mengenakan kemeja batik nuansa hijau itu berharap pelaksanaan Pemilu Presiden 2009 bisa tetap aman, tertib, dan damai seperti Pemilu Legislatif pada 9 April 2009. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada KPU yang telah bekerja keras dalam tahapan pemilu legislatif.

Sementara itu, calon wakil presiden Boediono yang mendampingi Yudhoyono di atas panggung menyampaikan keinginannya untuk memenuhi kehendak rakyat yang menginginkan sosok pemimpin yang sungguh-sungguh bekerja demi kepentingan rakyat.

Dalam acara deklarasi Pilpres 2009, tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden diberi kesempatan berorasi di atas panggung masing-masing selama 20 menit sesuai dengan nomor urut pasangan.

Para pasangan calon presiden dan calon wakil presiden itu juga diminta mempersembahkan satu gelar kesenian sebelum menyampaikan orasi di atas panggung. Sebelum menyampaikan pidatonya, pasangan Yudhoyono-Boediono mempersembahkan gelar tarian Zapin dari Sumatra Selatan yang dibawakan belasan perempuan.

Harus Didukung

Calon Presiden M Jusuf Kalla menegaskan siapapun yang terpilih dalam pemilu presiden 2009 maka ia adalah presiden bagi seluruh rakyat Indonesia yang harus didukung bersama.

“Siapapun yang menang akan kita dukung bersama karena merupakan presiden kita semua,” kata Jusuf Kalla saat memberikan pidato politik pada deklarasi pemilu damai yang bertema “Pemilu Penuh Persaudaraan” di Jakarta, Rabu malam. Sebelumnya capres Megawati dan Susilo Bambang Yudhyoyono serta cawapres Prabowo dan Boediono juga menyampaikan pidato politiknya.

Menurut Jusuf Kalla pilpres artinya meminta keputusan dari rakyat siapa yang akan diberikan mandat untuk memimpin bangsa ke depan. “Saya merasa kami (JK-Wiranto) adalah yang terbaik. Tapi kalau kami tidak menang berarti ada yang lebih baik dan kami akan mendukungnya,” kata Kalla yang disambut tepuk tangan meriah.

Lebih lanjut Kalla mengharapkan pilpres bisa berlangsung dengan penuh perdamaian. Dan untuk itu pilpres harus dilaksankan sesuai dengan aturan-aturan yang ada. “Karena dengan aturan akan terjaga keadilan. Dan keadilan akan membuahkan kedamaian,” kata Kalla.

Kalla mengingatkan agar semua pihak, seperti KPU dan aparat keamanan bisa bersikap netral. Khusus untuk media masa, Kalla meminta bisa menjaga sikap independennya.

Menurut Kalla, pilpres mendatang harus berlangsung dengan sempurna karena dengan itu akan terbentuk pemerintahan yang baik, yang dipercaya masyarakat dan kuat. “Pemerintah yang dibentuk dengan kekurangadilan akan tidak kuat dan kurang dipercaya rakyat,” kata Kalla yang disambut tepuk tangan.

Dalam pidatonya Kalla juga sempat melontarkan gurauannya bahwa biasanya yang berpidato terakhir adalah inspektur upacara. Dan diakhir pidatonya Kalla menutupnya dengan sebuah pantun.

KPU Kurang Konsisten

Calon presiden dari PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri didampingi calon wakil presiden Prabowo Subianto mengkritik Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dinilai kurang konsisten dalam mengagendakan acara deklarasi kampanye damai terbuka Pemilu Presiden (Pilpres) 2009.

“Acara ini bagus tapi penjadwalannya tidak tegas,” kata Megawati ketika mendapat giliran pertama menyampaikan sambutan pada acara deklarasi kampanye damai terbuka pilpres di Gedung Bhirawa komplek Bidakara Jakarta, Rabu malam.

Dalam kesempatan tersebut Megawati juga minta agar KPU dalam menyelenggarakan tugas dan tanggungjawab konstitusional yakni pelaksanaan pilpres tidak mudah diintervensi oleh kekuatan manapun.

Megawati maupun dua calon presiden lainnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla diberikan kesempatan sambutan oleh KPU masing-masing 20 menit.

Dalam kesempatan yang singkat tersebut, tim kampanye Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto (Mega-Pro) menampilkan monolog Butet Kertaredjasa yang menampilkan humor segar seputar pilpres. Kalimat-kalimatnya yang indah dan lucu membuat para undangan yang hadir menjadi tertawa. (sihc/sbsc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda