coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Senin, 15 Juni 2009

Wapres: Kepdes Harus Sejahterakan Rakyatnya Dulu

* PRESIDENTIAL *
-SEMARANG — Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyatakan bahwa pemerintah masih menghitung berapa nilai gaji atau tunjangan yang tepat bagi kepala dan perangkat desa. Namun, hendaknya sekarang ini, kepala desa dan perangkat desa jangan utamakan kesejahteraan dirinya dulu, tetapi kesejahteraan rakyatnya dulu.

Demikian disampaikan Wapres Kalla saat memberikan sambutan di acara silaturahim dengan para kepala dan perangkat desa yang tergabung dalam Organisasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) se-Provinsi Jawa Tengah di Balai Diklat Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Jumat (12/6) sore.

"Jangan hanya pikirkan kesejahteraan kepala dan perangkat desa, akan tetapi utamakan kesejahteraan rakyatnya dulu. Kalau sudah sejahtera, baru kesejahteraan perangkatnya dulu. Kalau kepala desanya, bisa bersamaan atau terakhir saja," ujar Wapres.

Diakui Wapres Kalla, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat memang perlu hukuman dan penghargaan untuk memacu dan memberikan sanksi jika kinerjanya jelek. "Karena, kalian adalah ujung tombak yang sehari-hari berhadapan dengan masyarakat di garda depan. Saya dukung program Pak Gubernur Jateng (Bibit Waluyo) yang menerapkan program Kembali ke Desa dan Membangun Desa," tambah Wapres Kalla lagi.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Apdesi se-Provinsi Jawa Tengah Joko Waluyo menyatakan pentingnya kesejahteraan kepala dan perangkat desa untuk membangun desa mencapai kemakmuran.

Sementara itu, Bibit Waluyo mengeluhkan para kepala desa yang dalam dialog dengan Wapres Kalla hanya mempersoalkan soal kesejahteraan dirinya sendiri. "Dari tadi yang dipersoalkan kok soal duit melulu. Jangan! Kerja keras dan sejahterakan dulu rakyatnya, baru bisa sejahterakan dirinya. Kalau desa sudah sejahtera, tentu perangkat dan kepala desa bisa sejahtera juga," keluh Bibit.

Bibit juga terus terang mengaku tidak tahu apa yang dimaksud dengan Apdesi itu. "Saya baru dengar sore ini, apa itu Apdesi? Saya minta dijelaskan. Saya juga tidak setuju kongres-kongresan kepala desa yang baru lalu itu. Menurut saya, kongres itu kalau pemerintah yang mengadakan," kata Bibit. (sihc/skoc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda