coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Selasa, 09 Juni 2009

SBY: Saya Hormati Pak JK, Pak Wiranto, Ibu Mega, dan Pak Prabowo

* PRESIDENTIAL *
-SEMARANG - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan dirinya selaku capres tidak ingin bermusuhan dengan semua capres dan cawapres lainnya, karena pemilihan presiden dan wakil presiden hanya berlangsung sebentar saja.

"Saya juga menghormati Pak Jusuf Kalla dan Pak Wiranto, Ibu Megawati, dan Pak Prabowo ...pemilihan umum presiden cuma sebentar . Masa kemudian bermusuhan (selamanya,red)," katanya.

Yudhoyono yang mencalonkan diri pada pilpres 8 Juli 2009 mengemukakan hal itu dalam acara silaturahmi dengan ulama /mursyid thariqah se-Indonesia di Semarang, Selasa pagi.

Sementara itu, ketika menyinggung peranan para ulama , Yudhoyono meminta para ulama mursyid thariqah dengan pilihan masing-masing turut menyukseskan pemilihan presiden 8 Juli 2009 yang beretika, berbudaya, dan bermartabat.

"Silahkan dengan pilihannya (pasangan capres-cawapres) masing-masing. Monggo (silahkan)," kata Presiden. SBY, yang mencalonkan diri pada pemilu presiden mendatang, mengajak para ulama mursyid thariqah untuk menjalankan proses demokrasi dengan baik, tidak saling fitnah, serang ataupun menghujat.

Menurut Presiden, lebih baik semua pihak bahu- membahu membangun bangsa karena hal itu lebih sesuai dengan nilai-nilai Islam. "Selebihnya kita serahkan kepada Allah SWT," ujarnya.

Ormas Islam

Pada kesempatan itu Presiden juga minta organisasi massa Islam untuk tetap lurus dan tidak menyimpang. Kepala Negara juga berharap para ulama dapat terus membagi ilmunya kepada para pemimpin bangsa agar dapat menjalankan amanah dengan baik.

Kepala Negara juga mengatakan bahwa jika Islam mengajak menuju perdamaian maka bangsa yang beradab akan menyelesaikan segala permasalahan bangsanya dengan baik, tidak mudah memutuskan peperangan dan menyebarkan ketakutan.
"Mengapa kita menggunakan hard power (kekuatan fisik -red) yang mudah perang dan tidak menyelesaikan masalah dengan soft power, secara baik-baik, ... karena itulah nilai-nilai yang Islami," katanya.

Silaturahim antara Kepala Negara dengan para ulama mursyid thariqah itu mengawali rangkaian silaturahim antara Presiden Yudhoyono dengan sejumlah ulama di Jawa Tengah. Setelah Semarang, Presiden dengan didampingi Menteri Agama Maftuh Basyuni akan berkunjung ke Pondok Pesantren Maslakul Huda Pati dan Pondok Pesantren Al Anwar Rembang.

Habib Moh Luthfi bin Ali Yahya, salah satu tokoh mursyid thariqah menegaskan bahwa bagi para ulama maka NKRI adalah harga mati. (sihc/skoc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda