coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Rabu, 17 Juni 2009

Ratusan Gambar JK Dirusak Bagian Mulutnya

* PRESIDENTIAL *
-BEKASI - Sebanyak 206 atribut pasangan capres/cawapres Jusuf Kalla dan Wiranto terdiri dari 174 spanduk dan 32 baliho sepanjang jalan KH Noor Ali hingga pasar Sumber Arta kota Bekasi, dirusak orang tak dikenal dengan cara merobek bagian mulut Capres Jusuf Kalla.

Laporan atas perusakan itu telah disampaikan tim advokasi pasangan Jusuf Kalla/Wiranto, D Suwandi kepada Panitia Pengawas Pemilu kota Bekasi, Sabtu, dengan menghadirkan saksi Tunggul S, warga jalan irigasi Baru I no 11 kota Bekasi.

Suwandi mengaku telah mendapat telepon dari ketua DPD Golkar kota Bekasi, Rahmat Effendi, tentang perusakan spanduk dan baliho disepanjang kawasan Kalimalang itu pada Jumat (12/6).

Laporan tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti dengan mendata jumlah dan jenis atribut yang dirusak. Spanduk yang dirusak itu di antaranya berisi pesan, "Hanya yang berani memutuskan, pantas melanjutkan", "Dengarkanlah kebenaran meskipun dari seorang anak. Hadits Riwayat Abi Thalib", serta spanduk "Pasangan Nusantara, lebih cepat lebih baik". Baliho yang dirusak di antaranya bertuliskan "Hanya yang mampu bisa membantu".

Anehnya yang dirusak hanya pada bagian mulut dan itu ditujukan semua untuk Jusuf Kalla. Anggota Panwas kota Bekasi, Yayah Rodiah membenarkan adanya laporan pengaduan pengrusakan atribut pasangan JK/Win itu.

"Perusakan sepertinya terorganisasi dan berdasarkan pesanan bila dilihat dari cara kerjanya. Perusakan dilakukan menggunakan alat," ujar Yayah.

Yayah mengatakan laporan tersebut belum bisa ditindaklanjuti kepada aparat sentra penegakan hukum terpadu karena tidak diketahui siapa terlapor atau pelakunya. Ia minta kepada PPL serta petugas Panwascam untuk ikut serta mencari pelaku bersama dengan tim sukses dari pelapor untuk melakukan investigasi dalam menemukan pelaku.(sihc/skoc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda