-JAKARTA - Calon wakil presiden Prabowo Subianto mengaku terpaksa menjadi pengusaha karena uang pensiunnya sebagai jenderal bintang tiga hanya Rp900 ribu.
"Saya terpaksa jadi pengusaha karena uang pensiun saya sebagai Letnan Jenderal pada 1998 hanya Rp900 ribu. Uang sebesar itu sangat menyulitkan saya. Sekarang uang pensiun itu naik menjadi Rp1,4 juta," kata Prabowo pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta, Rabu.
Dia mengaku sejak kecil sudah bercita-cita jadi Panglima TNI atau jenderal bintang empat. Namun demikian, dia tetap bersyukur karena bisa mencapai jenderal bintang tiga.
"Saya prajurit dan ketika bertugas di perbatasan, saya mempertaruhkan nyawa untuk membela bangsa. Alhamdulillah Tuhan memberikan saya bintang tiga. Jadi, apapun yang diberikan, saya syukuri," katanya.
Prabowo mengaku beruntung setelah keluar dari TNI langsung diajak adiknya Hashim Djojohadikusumo untuk terjun ke dunia usaha.
"Tuhan Maha Besar, adik saya sangat baik. Saya kemudian menjadi anak buahnya," katanya seraya menambahkan selama berkarir di TNI tidak pernah pernah sekalipun ia berniat melakukan korupsi.
Dia mengatakan, dalam kurun waktu 11 tahun terakhir telah belajar banyak tentang praktik dagang di Indonesia yang sarat dengan penyimpangan.
"Saya akhirnya belajar banyak. Rupanya praktik dagang itu banyak tipu-tipunya," kata putra begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo itu.
Praktik semacam itu, katanya, tidak pernah diajarkan di berbagai fakultas ekonomi di Indonesia. Karenanya ketika bertemu dengan para profesor ekonomi yang hebat-hebat, Prabowo mengatakan bahwa praktik dagang semacam itu tidak ada dalam teori-teori yang dipelajari para profesor tersebut.
Dia mengaku prihatin dengan maraknya praktik bisnis semacam itu, dan berusaha mengingatkan pemerintahan yang tengah berkuasa.
"Siapa sih yang tidak bisa dibeli. Undang-undang pun bisa disusun. Inilah yang tidak diajarkan di fakultas-fakultas ekonomi, yang saya pelajari selama 11 tahun di dunia usaha," kata mantan Pangkostrad itu.
Prabowo merasa terpanggil terjun ke dunia politik untuk mengangkat hajat hidup rakyat Indonesia yang sudah berpuluh-puluh tahun menderita dengan sistem ekonomi yang salah.
"Pada 2004 saya sudah memperingatkan sistem ekonomi yang kita terapkan puluhan tahun itu tidak benar. Namun apa yang saya sampaikan dampaknya sangat sedikit," kata pasangan calon presiden Megawati itu. (sihc/saci) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih