-JAKARTA - Entah karena kecewa atau tidak, yang jelas cawapres Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas sejumlah keputusannya yang kontroversial dan serba mendadak. Dalam pidato politiknya di hadapan kaum muda dan mahasiswa, Prabowo mengatakan, KPU bukanlah lembaga yang melayani individu.
"KPU bukan milik pribadi. KPU seharusnya melayani rakyat, bukan melayani pribadi. Kalau pribadi-pribadi di KPU dan KPUD mengecewakan rakyat Indonesia, saya yakin dan percaya, rakyat Indonesia akan bertindak. Jangan mengira rakyat Indonesia mau dibohongi dan diam terus," kata Prabowo di Hotel Bumiwiyata, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/6).
Prabowo juga menyatakan kekecewaannya atas keputusan KPU mengurangi TPS sebanyak 69.000 buah. "Sekarang mengurangi sekian ribu TPS, besok ditambahi, lusa dikurangi lagi. Kayaknya pemilu neneknya punya. Kami imbau, agar KPU melaksanakan demokrasi sebaik-baiknya," ujar Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini, menyindir keputusan KPU yang kerap berubah.
Pengurangan jumlah TPS ini diharapkannya tidak terjadi di basis PDI Perjuangan, Gerindra, dan partai pendukung pasangan tersebut. Prabowo juga mengingatkan agar pengalaman ketidakberesan pada pemilu legislatif lalu bisa menjadi pelajaran.
"Ngono yo ngono, ning ojo ngono (begitu ya begitu, tetapi jangan begitu). Jangan kelewatanlah. Kalau ada yang menyelewengkan demokrasi, risikonya sangat besar," kata dia. (sihc/skoc)***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih