coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Sabtu, 20 Juni 2009

Pengamat: Debat Capres Kok Three in One

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Pelaksanaan debat capres, Kamis ( 18/6 ) malam ini mengundang komentar pengamat politik. Pengamat politik LIPI syamsuddin Haris menilai debat capres perdana ini masih jauh dari harapan. Menurutnya, tiga capres memiliki visi yang sama dalam membangun bangsa kedepan.

"Penilaian saya seperti judul kolom saja, konsep capres ini 3 in 1. Ada 3 capres tetapi 1 visi, dan 1 platform. Bisa bayangkan tadi yang satu bilang A, yang lain setuju. Yang satu bilang B yang lain setuju. Padahal saya tadinya membayangkan sesuatu yang lebih signifikan," kata Syamsuddin, seusai Nonton Bareng, di Media Center KPU, Jakarta, Kamis ( 18/6 ).

Ketiga capres menurutnya, hanya memaparkan daftar keinginannya kedepan tanpa memberikan solusi dan teknis yang jelas atas permasalahan yang ada. "Tidak ada solusi yang jelas terukur dan memiliki time frame yang jelas. Wajar saja kalau isi kampanye capres kita itu hanya sindir menyindir sebab miskin ide, miskin gagasan," kata Syamsuddin.

Hal senada juga disampaikan Direktur Pusat Kajian Politik UI Sri Budi Eko Wardani. Menurutnya, masing-masing pasangan calon terlalu santun untuk mengomentari pikiran lawan politiknya sehingga tidak ada hal konkret yang dikritisi.

"Masih debat perrtama, masih santun untuk mengomentari pikirna masing," ujarnya.

Ia kemudian merinci, dalam debat ini SBY lebih unggul dibandingkan dua capres lainnya. Sebab, SBY memiliki pemahaman yang cukup dalam bidang politik, hukum, Dan HAM. "SBY memiliki keunggulan dan menguasai dengan data," cetusnya.

Sedangkan capres yang diusung PDIP, Megawati dinilai kurang bisa mengkritisi secara tajam beberapa poin penting yang seharusnya bisa menguntungkannya.

Kalau JK, lanjutnya, selalu memberi catatan-catatan penting tentang kemandirian, dan selalu menegaskan kata-kata efektif dalam setiap jawabannya. "Namun, tidak dijabarkan bagaimana konkretnya,"pungkasnya. (sihc/skoc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda