coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Rabu, 17 Juni 2009

Megawati : Abad 21 adalah Abad Perempuan

* PRESIDENTIAL *
-MALANG - Calon Presiden (Capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menilai perempuan Indonesia sampai saat ini belum bisa membuka diri untuk berpolitik.

"Sekarang ini sulit sekali mendorong kaum perempuan untuk lebih maju, kuota 30 persen di kursi parlemen saja tidak terpenuhi. Itu semua karena kaum perempuan sendiri tidak berani, tidak mau membuka diri," tegas Megawati dalam kampanye di Stadion Kahuripan Kecamatan Turen Kabupaten Malang, Minggu.

Putri Proklamator Soekarno itu mengatakan, kalau kaum perempuan dan masyarakat luas tidak memilih Megawati-Prabowo, mungkin baru 25 tahun lagi baru ada tokoh perempuan yang mau membuka diri dan berani.

Kaum perempuan, katanya, harus cerdas, pintar, memiliki hati nurani dan memiliki harga diri.

"Jujur, saya ini gemes melihat kaum perempuan sekarang ini padahal abad 21 ini adalah abadnya kaum perempuan, tapi kenapa tetap saja masih menutup diri dan tidak berani," tegasnya.

Ia mengakui, meskipun pada tahun 1999, banyak yang berpendapat dan pemimpin perempuan ditabukan, tapi dirinya tetap maju terus dan terus bergulat dan berjuang.

"Buktinya apa, saya sebelumnya sudah menjadi wakil presiden bahkan presiden sehingga pentabuan terhadap pemimpin perempuan menjadi pecah bertaburan. Saya ternyata bisa menjadi pemimpin yang baik dan dicintai rakyatnya," katanya.

Sebelum menghakhiri pidato kampanyenya di hadapan ribuan massa itu, Megawati mengatakan, dirinya bersama Prabowo Soebianto telah menandatangani kontrak politik dengan buruh.

"Kalau saya terpilih menjadi presiden periode 2009-2014, tidak ada lagi buruh kontrak. Setelah kontrak habis, buruh tidak mendapatkan apa-apa, `dibuang` begitu saja," katanya.

Usai pidato politik, Megawati yang didampingi mantan Menperindag Rini Suwandi dan Sekjen PDIP Pramono Anung melakukan doa bersama untuk kemenangan pasangan Megawati-Prabowo Soebianto dalam Pilpres 6 Juli 2009. (sihc/saci) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda