-KARAWANG - Putra putri Bung Karno, Guntur Soekarnoputra dan Megawati Soekarnoputri , menyimpan keinginan kuat melanjutkan cita-cita ayahnya, Presiden I RI. Mega, mantan Presiden ke-5 RI, yang kini menjadi capres, berharap dapat mewujudkan cita-cita Sang Proklamator bersama cawapresnya, Prabowo Subianto.
"Apa yang kami lakukan (dalam pilpres) serius. Kami ingin melanjutkan cita-cita Bung Karno yang tertunda, karena Indonesia suka coba-coba. Sehingga apa yang sebenarnya sudah disediakan para pendiri bangsa untuk mengisi kemerdekaan tidak memberikan kesejahteraan bagi rakyat," kata Mega, dalam sambutan peringatan 108 tahun Bung Karno, di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (6/6).
Sebagai negara yang gemah ripah loh jinawi, menurut Mega, Indonesia seharusnya bisa memberikan kehidupan yang baik bagi rakyatnya. "Manusia bisa menikmati kehidupan baik buruh, petani, nelayan, pelajar, dan mahasiswa atau seluruh rakyat Indonesia. Sehingga, mereka bisa merasakan dari semua untuk semua, dan itu akan kita lakukan dan dapat kita lakukan," kata Mega dengan berapi-api.
Untuk mewujudkannya, ia menyebutkan Trisakti, yang juga merupakan konsep Bung Karno. Trisakti yaitu berdaulat secara politik, berdikasi secara ekonomi dan berkepribadian secara kebudayaan. "Dan itu semua belum terwujud, belum memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat," ujarnya.
Guntur Ingatkan Gotong Royong
Dalam kesempatan yang sama, putra sulung Bung Karno, Guntur Soekarnoputra, mengingatkan inti dari ajaran Bung Karno adalah gotong royong sebagai wujud dari paham Marhaenisme yang diajarkannya.
"Dengan gotong royong, kita bisa melakukan apa saja cita-cita kaum marhaen. Dengan gotong royong kita bisa menghancurkan imperialisme, neokolonialisme dan kapitalisme. Pegang teguh ajaran Bung Karno kalau masih menginginkan tegaknya NKRI," ujar Guntur.
Ia pun meminta, agar ajaran Bung Karno tetap dipegang teguh. "Walaupun seribu halilintar menghajar, ajaran Bung Karno harus dipegang teguh," ujarnya.
Guntur Sampaikan Orasi Politik
Putra sulung Soekarno, Guntur Soekarnoputra, tampil di hadapan ribuan massa yang menghadiri peringatan 108 tahun hari lahir Sang Proklamator di Lapangan Tugu Monumen Kebulatan Tekad, Rengasdengklok, Karawang, Jabar, Sabtu (6/6). Guntur, yang selama ini jarang tampil di depan publik, menyampaikan orasi politik sekitar 10 menit.
Dengan balutan kemeja putih, celana hitam, dan syal merah, Guntur mengingatkan mengenai ajaran-ajaran Bung Karno yang menjadi menjadi fondasi ideologi negara.
"Hari ini kita memperingati hari lahir 108 tahun Bung Karno. Bicara Bung Karno, kita ingat apa yang beliau wariskan kepada kita, terutama pikiran-pikiran Bung Karno, ideologi Bung Karno, adalah warisan yang hidup sepanjang massa," ujar Guntur.
Kemudian, Guntur kembali mengingatkan ideologi Bung Karno, yaitu Marhaenisme. "Kalau saya bertanya, apa ideologinya, Bung Karno selalu mengatakan dengan tegas Marhaenisme," lanjut kakak Megawati ini.
Marhaenisme, urainya, merupakan ajaran yang berpihak kepada orang miskin, kaum buruh, kaum petani, dan kaum nelayan. Di akhir orasinya, Guntur meminta agar ajaran-ajaran Bung Karno tidak dihilangkan dan terus dipegang teguh. Tak lupa, ia pun mengatakan bahwa inti-inti ajaran Bung Karno terdapat dalam konsep ekonomi kerakyatan yang diusung pasangan Mega-Prabowo. (sihc/skoc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih