coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Sabtu, 06 Juni 2009

Kalla "Balas" SBY, Peragu Diragukan Bisa Majukan Bangsa

* PRESIDENTIAL *
-PALU - Setelah calon Presiden asal Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono "menyindir" bahwa pemimpin yang memiliki kepentingan bisnis dengan keluarganya diragukan mampu memperbaiki perekonomian bangsa, kini giliran calon Presiden asal Partai Golkar, Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Wakil Presiden RI, "membalas" sindiran tersebut.


Di hadapan sekitar 700an pemuda yang hadir dalam Rapat Kerja Nasional I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Silae Convention Hall Swissbell Hotel Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/6) Kalla menyatakan, pemimpin yang peragu tidak akan mampu membawa kemajuan sebuah bangsa.



Kalla menceritakan ketegasan dirinya sebagai Wapres RI selama ini, dengan cepat mengambil keputusan yang tegas setelah dipikirkan masak-masak sebelumnya dalam berbagai keputusan atau kebijakan pemerintah seperti dalam proyek energi LNG Tangguh di Papua, impor gas alam cair ke Jepang dalam proyek Donggi Sonoro, pembuatan 150 panser dari PT Pindad dan banyak lainnya.



"Hanya seorang peragu yang tidak bisa memajukan bangsa yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya energi yang tinggal kita manfaatkan saja dengan teknologi dan kemauan," tandas Kalla.



Ia juga menyatakan, kekayaan alam yang dimiliki Indonesia jangan hanya dijadikan lagu, akan tetapi harus dijadikan realitas. "Kalau cuma menjadi cita-cita yang hanya dipidatokan, akan tetapi harus direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.



Kalla kemudian menegaskan lagi dengan suara yang lantang tentang dirinya yang menjadi pengusaha. "Pengusaha adalah pekerjaan yang mulia. Nabi Muhammad SAW saja seorang pengusaha (yang berprofesi saudagar/pedagang). Siapa yang melarang pengusaha, sama saja juga melanggar ajaran Rasulullah itu di Alquaran," tegas Kalla. (sihc/skoc)

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda