-PALU - Setelah calon Presiden asal Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono "menyindir" bahwa pemimpin yang memiliki kepentingan bisnis dengan keluarganya diragukan mampu memperbaiki perekonomian bangsa, kini giliran calon Presiden asal Partai Golkar, Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Wakil Presiden RI, "membalas" sindiran tersebut.
Di hadapan sekitar 700an pemuda yang hadir dalam Rapat Kerja Nasional I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Silae Convention Hall Swissbell Hotel Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/6) Kalla menyatakan, pemimpin yang peragu tidak akan mampu membawa kemajuan sebuah bangsa.
Kalla menceritakan ketegasan dirinya sebagai Wapres RI selama ini, dengan cepat mengambil keputusan yang tegas setelah dipikirkan masak-masak sebelumnya dalam berbagai keputusan atau kebijakan pemerintah seperti dalam proyek energi LNG Tangguh di Papua, impor gas alam cair ke Jepang dalam proyek Donggi Sonoro, pembuatan 150 panser dari PT Pindad dan banyak lainnya.
"Hanya seorang peragu yang tidak bisa memajukan bangsa yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya energi yang tinggal kita manfaatkan saja dengan teknologi dan kemauan," tandas Kalla.
Ia juga menyatakan, kekayaan alam yang dimiliki Indonesia jangan hanya dijadikan lagu, akan tetapi harus dijadikan realitas. "Kalau cuma menjadi cita-cita yang hanya dipidatokan, akan tetapi harus direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Kalla kemudian menegaskan lagi dengan suara yang lantang tentang dirinya yang menjadi pengusaha. "Pengusaha adalah pekerjaan yang mulia. Nabi Muhammad SAW saja seorang pengusaha (yang berprofesi saudagar/pedagang). Siapa yang melarang pengusaha, sama saja juga melanggar ajaran Rasulullah itu di Alquaran," tegas Kalla. (sihc/skoc)
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih