-JAMBI - Calon wakil presiden Wiranto mengatakan sistem pertahanan RI semakin rapuh dengan banyaknya alat utama sistem senjata TNI yang mengalami kecelakaan dan banyak prajurit terbaik TNI yang gugur.
Wiranto mengatakan, perlu ada keberanian pemerintah untuk memperkuat sistem pertahanan Indonesia dalam waktu cepat dan tepat.
"Kami (JK-Win) bertekad untuk memperbaiki sistem pertahanan paling cepat tiga bulan, paling lambat enam bulan. Sehingga kita dapat bangkit menjadi bangsa yang adil, sejahtera, makmur, kuat, bermartabat dan sejajar dengan negara-negara lain," katanya dalam kampanye dialogis dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan unsur organisasi kemasyarakatan lainnya di Jambi, Minggu.
Menurut Wiranto, alat utama sistem senjata yang memadai akan menimbulkan kepercayaan diri bangsa sebagai negara yang berdaulat.
"Negara telah cenderung kurang mampu mengamankan wilayah kedaulatannya dengan pelanggaran kapal-kapal Malaysia di Ambalat," katanya.
Ia mengatakan, banyaknya alat utama sistem senjata TNI yang mengalami kecelakaan harus segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata dan cepat karena hal ini menyangkut kedaulatan negara.
"Bapak Jusuf Kalla yang tidak berlatar belakang militer saja berani mengambil keputusan untuk membeli 150 panser dari PT Pindad, bahkan telah teruji dalam misi perdamaian PBB. Artinya apa...kita butuh keberanian untuk mengambil keputusan," kata mantan Panglima TNI itu.
Dia juga mengatakan "jangan ketika pesawat dan helikopter jatuh, pemerintah hanya bersikap menunggu." (sihc/saci) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih