-BANDA ACEH - Calon Presiden (Capres) Jusuf Kalla dan Wiranto yang disebut-sebut "pasangan nusantara" pada Pilpres 2009 ingin mengubah dogma bahwa untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia harus berasal dari Pulau Jawa.
"Jadi, kalau saya terpilih menjadi presiden pada pemilu mendatang, dogma harus dari Pulau Jawa akan kita ubah, sehingga siapa saja dan dari mana salnya bisa menjadi presiden," katanya ketika bersilaturrahmi dengan Pengurus Partai Aceh di Banda Aceh, Sabtu.
Dikatakan, bukan tidak mungkin pada Pemilu 2014 akan muncul putra Aceh untuk menjadi calon presiden.
Amerika Serikat saja bisa merubah dogma presiden harus kulit putih dengan terpilihnya Barack Obama menjadi presiden. "Kalau Amerika saja bisa, apalagi Indonesia, tentu sangat bisa," katanya.
Oleh karenanya, ia menginginkan keanekaragaman bangsa ini sebagai modal untuk Indonesia tetap bersatu.
Untuk menjadi pemimpin di masa mendatang tidak lagi melihat dari aman asalnya, tapi bagaimana saling menjaga kepercayaan, sehingga bangsa ini damai dan sejahtera, katanya.
Ia juga menyampaikan, untuk menyelesaikan perdamaian di Aceh modalnya hanya satu, yaitu kepercayaan.
"Itulah prinsip kepemimpinan Islam yang selalu memegang amanah, fathanah, dan sidiq," ujarnya.
Jusuf Kalla mengaku bangga, karena kondisi keamanan di Aceh semakin kondusif.
"Saya tadi malam tiba di Banda Aceh sekitar pukul 11.00 malam. Saya melihat suasananya cukup ramai dan aman. Masyarakat masih berada di pinggir jalan sambil minum-minum," katanya.
Oleh karenanya, perdamaian yang sedang berjalan ini tidak boleh putus apapun resikonya, kata Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden (Wapres) itu. (sihc/saci)
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih