* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA — Aktivis buruh Dita Indah Sari menilai pasangan calon presiden dan wakil presiden Jusuf Kalla dan Wiranto adalah pasangan yang paling nyambung dengan para buruh. Oleh karena itu, para buruh dan pemuda yang tergabung dalam Relawan Berani Bangkit Mandiri (BBM) siap mendukung pemenangan pasangan ini dalam pemilu presiden mendatang."Kami merasa cocok dengan kemandirian ekonominya. Sedikit banyak gagasannya sangat nyambung," tutur Dita sebelum acara deklarasi di Gedung Panti Trisula Perwari Menteng yang juga dihadiri JK, Sabtu (6/6).
Konsep ekonomi kemandirian yang ditawarkan pasangan JK-Win, menurut Dita, memenuhi poin-poin yang selama ini didambakan para buruh, antara lain terkait program JK-Win untuk melindungi industri dalam negeri dan memperkenalkan sistem outsourcing dan kontrak kerja yang justru berpihak kepada buruh.
Selain itu, Dita menilai JK adalah tipe pemimpin yang berani memiliki sikap, tidak terjebak dalam formalitas komunikasi dengan rakyat dan cepat dalam bertindak. "Cocok dengan kami. Kami capek ya dengan pemimpin-pemimpin yang sering bersikap pragmatis dan berbicara tentang hal-hal umum," tutur Dita.
Kepemimpinan JK yang juga dinilai positif adalah solusi-solusi praktis yang kerap ditawarkan JK untuk menjawab permasalahan-permasalahan rakyat, terkait ekonomi. Latar belakang pengusaha yang dimiliki JK tidak menjadi persoalan bagi Dita.
"Yang penting sistem. Meski dia dari penguasaha, tapi dia punya sistem yang baik. Bagaimana dia menjaga sistem itu untuk mengatur dia sebagai pejabat dan pengusaha. Kalau konflik kepentingan kan bisa datang dari profesi apa saja," ungkap Dita.
Dalam deklarasi hari ini, para buruh akan mengajukan kontrak politik dengan JK-Win, meliputi jaminan perlindungan terhadap industri dalam negeri, perbaikan sistem kerja outsourcing dan kerja kontrak, serta komitmen untuk membangun komunikasi politik yang egaliter dan terbuka dengan rakyat.
Relawan ini akan deklarasi di 25 kota, seperti Solo, Semarang, Banten, Tangerang, dan Yogyakarta. Sebagai koordinator relawan, ia yakin suara buruh se-nusantara akan dapat digalang untuk mendukung pemenangan JK-Win.
Buruh Capek dengan Pemimpin yang Pentingkan Retorika
Kalangan buruh mengaku capek dengan pemimpin yang lebih mementingkan retorika daripada berbuat nyata dalam merespons permasalahan yang terjadi di antara rakyatnya. Demikian juga dengan pemimpin yang sering bersikap pragmatis dan berbicara sangat umum.
"Kami capek dengan pemimpin yang lebih banyak berbicara daripada berbuat nyata. Atau takut berkata tidak demi kepentingan rakyat, dan untuk berhadapan dengan asing, yang lebih mementingkan pasar saham daripada pasar Tanah Abang," tutur aktivis buruh Dita Indah Sari dalam acara deklarasi relawan Berani Bangkit Mandiri (BBM) di Gedung Panti Trisula Perwari Menteng, Sabtu (6/6).
Dita mengatakan, kalangan buruh menginginkan pemimpin yang berani menjadi dirinya sendiri, mampu menjelaskan sesuatu dengan bahasa-bahasa sederhana, dan memiliki solusi-solusi praktis untuk merespons masalah.
"Kami capek dengan formalitas yang terlalu panjang. Sopan santun perlu, tapi lebih penting lagi lapangan kerja," tandas Dita.
Dita menilai kinerja capres dari Partai Golkar Jusuf Kalla selama ini praktis, bisa diukur aplikabel. Tidak seperti capres lainnya. Dita menunjuk kepada kubu Cikeas yang dinilai sangat normatif dan kaku.
"Kalau saya, khususnya untuk yang di Cikeas itu ya, aduh sangat umum, normatif, lebih banyak memberikan nasihat ketimbang memberikan solusi," tandas Dita. (sihc/skoc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih