-JAKARTA - Capres Jusuf Kalla berjanji menetapkan anggaran sebesar Rp 1 triliun untuk meningkatkan kualitas dokter-dokter dalam negeri demi peningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas di dalam negeri. Ketika disinggung fenomena makin banyaknya masyarakat yang berobat ke luar negeri, JK mengatakan kualitas pelayanan kesehatan dalam negeri sebenarnya tidak kalah baiknya, terutama dari segi sumber daya manusianya.
"Dokter kita tidak kalah pintarnya dari dokter manapun. Namun kita tahu ilmu pengetahuan kedokteran berkembang jauh tiap tiga tahun sekali," tutur JK menanggapi pertanyaan salah satu panelis dalam pemaparan visi, misi dan prgram pembangunan kesehatan 2009-2014 di Gedung Stovia Museum Kebangkitan Nasional, Senin (8/6).
Oleh karena itu, menurut JK, dokter pun harus terus membaca, belajar dan berlatih. JK meminta juga kesadaran para dokter untuk tidak sekedar bermotivasi mencari uang sebanyak-banyaknya dengan memperpanjang waktu praktek.
"Karena waktu praktek panjang, maka waktu membaca, waktu seminar itu jadi kurang. Jadi solusinya didik sebanyak-banyaknya dokter spesialis. Sekarang, kita keluarkan Rp 500 miliar untuk beasiswa. Kalau perlu kita tingkatkan Rp 1 triliun," tegas JK.
Bagi JK, hal ini penting karena dengan perginya warga berobat ke luar negeri justru menyebabkan lebih banyaknya uang yang hilang di luar negeri. Menurut JK, rumah sakit dan dokter dalam negeri tentu akan maju atas partisipasi masyarakat dengan menaruh kepercayaan itu pada rumah sakit dan dokter dalam negeri. "Nah, makanya rumah sakit jangan adukan oranglah. Perbaiki pelayanan," tandas JK. (sihc/skoc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih