coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Jumat, 29 Mei 2009

Tim Sukses Mendadak "Panas"

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA — Tak hanya para kandidat capres yang mulai melancarkan strategi saling serang. Para anggota yang tergabung di tim suksesnya pun ikut-ikutan latah saling menyerang. Hal itu terjadi pada diskusi "Mengungkap Strategi Tim Sukses Capres" di Gedung DPD, Jakarta, Rabu (27/5).

Saling serang terjadi antara Ruhut Sitompul (tim sukses SBY-Boediono), Fuad Bawazier (tim sukses JK-Wiranto), dan Permadi (tim sukses Mega-Prabowo). Ruhut tampak mulai terpancing saat Fuad dan Permadi menyinggung tentang paham neoliberalisme yang ditabalkan kental dianut Boediono.

"Sudahlah, jangan latah bicara neolib. Pak SBY memilih Boediono karena fokus menangani krisis global. Jangan saudagar, ibu rumah tangga yang hanya tahu harga cabe tiba-tiba bicara ekonomi kerakyatan," lontar Ruhut, menyindir Mega dan Kalla.

Merasa jagoannya disindir, Permadi membalasnya dengan balik menyinggung klaim-klaim yang dilakukan SBY atas keberhasilan pemerintah. "Pak Prabowo itu sebelum membikin partai sudah ngomong ekonomi kerakyatan. Kalau jadi capres yang berbuat untuk rakyat jangan hanya klaim berhasil ini itu," balasnya.

Sementara, Fuad Bawazier, yang pernah menjadi Menteri Keuangan, turut pula membeberkan ciri neoliberalisme yang diadopsi pemerintah. "Sudahlah, tidak usah mengelak kalau memang neolib. Orang kalau sudah terpojok akan kalap. Apa susahnya mengaku salah, ya saya berdosa karena neolib. Kan selesai," kata fungsionaris Partai Hanura ini.

Mendapat serangan seperti itu, Ruhut malah membalasnya dengan hal-hal yang bersifat personal, seperti kedekatan Fuad dengan keluarga Cendana hingga perdebatan keluar dari konteks diskusi.

Menanggapi debat kusir para tim sukses, pengamat politik Arbi Sanit, yang juga hadir sebagai pembicara, menilai, pasangan capres salah memilih anggota tim suksesnya. "Semua pasangan salah pilih tim sukses, apa yang mereka bicarakan hanya membodohi rakyat. Apa urusannya dengan rakyat hal-hal yang mereka debatkan tadi?" kata Arbi.

Ia mengatakan, tim sukses seharusnya berbicara tentang program-program yang ditawarkan calon yang diusungnya, serta menjelaskan bagaimana mengimplementasikannya. "Kalau menang presiden kalian, apa yang mau dikerjakan. Jangan hanya debat kusir. Saya ketawa dari tadi mendengarnya," sindir pria berkuncir ini.

Saling serang antartim sukses mulai ramai setelah juru bicara tim kampanye SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng, menyerang Prabowo dengan mempertanyakan ekonomi kerakyatan yang dinilai tidak linier dengan harta kekayaannya. Serangan ini ditangkis sehari kemudian oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. (sihc/skoc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda