-JAKARTA — Capres Megawati Soekarnoputri ditanyakan pendapatnya mengenai pemberantasan korupsi di Indonesia. Pertanyaan yang diajukan advokat senior, Todung Mulya Lubis, dilontarkan pada acara Ring Politik di Hotel Crowne Plaza, Jakarta Selatan, Kamis (28/5).
Menjawab pertanyaan itu, Mega melihat, pemberantasan kasus korupsi masih tebang pilih. "Pemberantasan korupsi memang harus dijalankan. Tapi jangan tebang pilih. Saya merasakan masih ada tebang pilih, dan rasa kegelisahan. Orang enggak salah kok disalah-salahkan," kata Mega.
Mega juga mengingatkan, banyaknya kasus korupsi yang tidak diselesaikan secara hukum dan menguap begitu saja. Oleh karena itu, menurutnya, perlu penguatan di level peradilan (yudikatif).
"Di suatu negara kan ada 3 unsur, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Dalam proses hukum, kan, ada kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan. Yang terpenting, apakah negara kita sudah melek hukum?" ujar Mega.
"Seluruh warga negara harus patuh pada hukum," lanjutnya.
Kebebasan Pers
Calon presiden Megawati Soekarno Putri mengatakan kebebasan pers di Indonesia harus sesuai budaya timur.
Meski telah memiliki undang-undang sendiri, "namun pers haruslah berjalan sesuai dengan kultur budaya timur," ujarnya saat menghadiri acara bincang-bincang salah satu televisi swasta, di Hotel Crowne, Kamis (28/5).
Megawati juga mempertanyakan kebebasan pers. "Permasalahannya kebebasan pers itu mau seperti apa, sebebas apa?" Acara infotainment, kata Mega memberi contoh, banyak menayangkan informasi yang tidak sesuai kultur Indonesia.
Menurut dia, dengan adanya kode etik jurnalistik kegiatan pers harusnya lebih bermoral dan sesuai aturan. "Jadi tidak perlu lagi budaya telepon," katanya. (sihc/skoc/stic) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih